Art Original
Ketersediaan Air Untuk Kebutuhan Air Baku Domestik Di Sub Das Siban
Ketersediaan air merupakan salah satu aspek fundamental yang mempengaruhi kualitas hidup. Air baku domestik mencakup air yang digunakan untuk kegiatan rumah tangga pada umumnya sangat penting untuk dipenuhi dalam jumlah yang memadai dan kualitas yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketersediaan air untuk kebutuhan air baku domestik di Sub DAS Siban. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif-kuantitatif. Ketersediaan air dianalisis menggunakan metode Thornthwaite-Mather dipakai untuk menghitung neraca air dan kebutuhan air dianalisis menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI) 6728.1-2015 tentang Penyusunan Neraca Sumber Daya-Bagian 1: Sumber Daya Air Spasial. Perhitungan dengan metode ini didasarkan atas kecukupan data klimatologi, jenis tanah, kemiringan lereng, tutupan lahan dan jumlah penduduk untuk mengetahui kebutuhan air baku domestik. kondisi penggunaan lahan Sub DAS Siban didominasi oleh permukiman sebesar 50,46%, kemiringan lereng dengan kelas lereng 3 – 8% (Landai) sebesar 67,61%. Jenis tanah Tropaquepts dengan luas sebesar 48,85%. Tingkat curah hujan yang mendominasi yaitu 2.800 – 2.900 mm/tahun dengan luas sebesar 51,91%. Ketersediaan air di Sub DAS Siban berdasarkan metode Thornthwaite-Mather adalah 275.376.241 m3/tahun dimana ketersediaan air tertinggi terjadi pada bulan Desember 43.628.816 m3/bulan dan ketersediaan air terendah terjadi pada bulan Januari yaitu 3.363.028 m3/bulan. Kebutuhan air baku domestik pada Sub DAS Siban pada saat ini sebesar 45.744.063 m3/tahun. Jadi terdapat kelebihan air sebesar 270.801.838 m3/tahun. Kondisi neraca air di Sub DAS Siban adalah defisit pada bulan Juli dan Agustus. Ketersediaan air di Sub DAS Siban lebih dari cukup bahkan mampu memenuhi kebutuhan air untuk sektor non-domestik, peternakan, perikanan, dan industr
No other version available