Text
Analisis Pemasaran Ikan Baung (Hemibagrus Nemurus) di Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau
Kecamatan Pangkalan Kerinci merupakan Kecamatan yang berada di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau dengan mayoritas penduduknya bermata pencarian sebagai nelayan. Petani umumnya menjual hasil produksinya ke pedagang pengumpul dengan harga jual yang telah ditetapkan oleh pedagang pengumpul. Lemahnya informasi pasar menyebabkan petani tidak memiliki daya tawar (bargaining power). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) karakteristik petani dan pedagang; (2) lembaga, saluran dan fungsi-fungsi pemasaran; (3) biaya, margin, keuntungan, efesiensi dan farmer’s share. Penelitian ini mengunakan metode survey di Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan dimulai dari bulan maret sampai agustus 2022 berlokasi di Kecamatan Pangkalan Kerinci. Pengambilan sampel petani dilakukan secara acak sederhana dengan jumlah sebanyak 50 petani, responden pedagang pengumpul dan pedagang pengecer dipilih secara sensus dengan jumlah masing-masing 12 dan 5 orang. Data yang digunakan berupa data primer dan skunder dan di analisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) karakteristik petani ikan baung rata-rata berumur 46,34 tahun (produktif), lama pendidikan 9,26 tahun (setara dengan SMP), pengalaman berusaha 9,56 tahun (cukup lama) dan jumlah tanggungan keluarga 4,12 orang. Lembaga pemasaran yang terlibat yaitu pedagang pengumpul, pedagang pengecer dan konsumen yang membentuk 1 saluran pemsaran, yaitu dari petani, pedagang pengumpul, pedagang pengecer dan konsumen. Biaya pemasaran ikan baung yaitu Rp. 1.655/Kg. Margin pemasaran yaitu sebesar Rp. 26.00/Kg. Efesiensi pemasaran yaitu Rp. 2,07%. Farmer’s Share pada pemasaran ikan baung yaitu Rp. 6,75%.
No other version available