Art Original
Distribusi Pendapatan Dan Pengeluaran Rumah Tangga Petani Kelapa Sawit Di Kecamatan Kandis Kabupaten Siak Provinsi Riau
Tingkat pendapatan yang diterima petani kelapa sawit akan menentukan tingkat konsumsi atau pengeluaran rumah tangga. Ketika pengeluaran rumah tangga petani kelapa sawit lebih besar dari pada pendapatannya maka akan berdampak terhadap penurunan ekonomi rumah tangga. Penelitian Ini bertujuan menganalisis : (1) Karakteristik petani kelapa sawit dan profil usahatani kelapa sawit (2) Struktur pendapatan rumah tangga petani kelapa sawit (3) Distribusi pendapatan dan pengeluaran rumah tangga petani kelapa sawit (4) Tingkat kemiskinan rumah tangga petani kelapa sawit di Kecamatan Kandis Kabupaten Siak. Teknik Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Berdasarkan survei pendahuluan, terdapat 415 petani kelapa sawit rakyat di Kampung Sam-sam, Kampung Belutu, dan Kampung Sungai Gondang dengan kriteria umur tanaman 10-15 tahun. Masing-masing sampel diambil secara acak, dimana pada sampel satu sebanyak 2 rumah tangga, pada sampel dua sebanyak 43 rumah tangga dan pada sampel tiga diambil sebanyak 15 rumah tangga. Jumlah keseluruhan sampel rumah tangga adalah 60 rumah tangga. Alat analisis pada penelitian ini adalah secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini yaitu (1) Karakteristik petani seperti umur petani kelapa sawit dengan rata-rata 47,58 tahun (15 - 64 tahun), Lama pendidikan petani kelapa sawit dengan rata-rata 10 tahun, Pengalaman usahatani petani kelapa sawit dengan rata-rata 17,45 tahun (> 3 tahun), Jumlah Tanggungan Keluarga petani kelapa sawit dengan rata-rata 4 orang, Profil usahatani seperti luas lahan dengan rata-rata 4,03 hektar (3,1-6 hektar), jumlah tanaman dengan rata-rata 545 pokok (451-850 pokok), dan kepemilikan lahan berstatus milik pribadi. (2) Pendapatan rumah tangga kelapa sawit terbesar berada pada pendapatan usahatani ya itu sebesar Rp 89.393.343/Tahun atau sebesar 79,85%. (3) Distribusi Pendapatan dan Pengeluaran rumah tangga petani kelapa sawit setiap petani telah memperoleh pendapatan yang sama besar dengan titik tengah garis pemerataan menunjukan 50% dari keseluruhan total pendapatan telah terdistribusi secara merata untuk 50% jumlah petani menerima 36,74% bagian dari keseluruhan total pendapatan. Hal ini menunjukkan bahwa ada ruang yang tercipta antara garis pemerataan dengan garis kurva Lorenz. (4) Jika dibandingkan dengan kriteria World Bank (2006) yaitu US $ 1, secara rata-rata kehidupan petani kelapa sawit di Kecamatan Kandis berada pada kategori tidak miskin atau kehidupan yang layak. Rata-rata pendapatan pertahun senilai Rp 111.945.892, sedangkan pendapatan perkapita pertahun senilai Rp 22.389.178,4, dengan setara beras di daerah penelitian sebesar 2.035,38 kg/kapita/tahun, untuk pendapatan perkapita perbulan yaitu senilai Rp 1.865.764,87 dengan setara beras 169,61 kg/kapita/bulan, sedangkan pendapatan perkapita perminggu senilai Rp 466.441,22 dengan setara beras 42,40 kg/kapita/minggu dan untuk pendapatan perkapita per hari senilai Rp 66.634,46 dengan setara beras 6,06 kg/kapita/hari.
No other version available