Art Original
Analisis Pengaruh Tekanan Inlet Turbin Terhadap Produktivitas Sumur Cluster 9 Di Pt. Pertamina Geothermal Energi Area Lumut Balai Unit 1
Indonesia dikaruniai potensi panas bumi yang cukup melimpah karena posisi geografisnya yang berada di daerah ring of fire menjadikan negara Indonesia kaya akan sumber energi panas bumi. Geothermal merupakan sumber energi terbarukan berupa energi thermal yang dihasilkan dan disimpan didalam inti bumi. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) adalah tenaga listrik yang dihasilkan dari gerak turbin yang digerakkan oleh panas bumi. PLTP di Indonesia belum banyak dikembangkan dan dimanfaatkan. Padahal dengan potensi pembangkit sebesar 28.100 MW, Indonesia memiliki sekitar 40 % dari cadangan energi panas bumi. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 4% dari total potensi yang telah dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yaitu sebesar 1.197 MW di mancanegara PLTP sudah banyak dibangun dan dikembangkan. Pada pembangkit listrik tenaga panas bumi turbin merupakan salah satu komponen yang paling utama. Uap yang digunakan untuk memutar turbin berasal dari proses pembentukan secara alami didalam perut bumi, turbin adalah peralatan yang berfungsi untuk merubah energi yang terkandung dalam uap (entalpy) menjadi energi mekanik berupa putaran poros turbin. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh tekanan inlet turbin terhadap produktivitas sumur. Dengan membandingan pengaruh tekanan inlet turbin ketika 4.3 barg dan ketika 4.9 barg, serta menghitung efisiensi turbinnya. Berdasarkan hasil analisis data maka diperoleh tekanan inlet turbin mempengaruhi produktivitas suatu sumur, tekanan inlet turbin akan meningkatkan produksi listrik, Dapat dilihat dari hasil net dari yang sebelumnya 52 MW naik menjadi 56 MW. Power gross dari 55 MW menjadi 58 MW. Namun perubahan pressure ini juga mempengaruhi parameter-parameter pressure pada wellhead LMB9-1 dari 8.02 menjadi 8.13 barg. LMB9-2 dari 7.08 menjadi 7.2 barg. LMB9-3 dari 5.31 menjadi 5.578 barg. Steam vessel pressure dari 4.506 menjadi 5.106 barg. Pressure separator dari 4.809 menjadi 5.310 barg. Steam flow separator dari 149.2 menjadi 135.7 ton/hour. Brine flow separator 744 menjadi 1027 ton/hour, steam press after ME dari 4.340 menjadi 4.931 barg. Nilai efisiensi turbin sumur cluster 9 pada PLTP Lumut Balai Unit 1 pada pressure 4.3 barg sebesar 89.10% dan pada pressure 4.9 barg sebesar 87.83%.
No other version available