Art Original
Analisis Pengelolaan Sampah Pada Unit Pelaksanaan Teknis (upt) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis (studi Di Kecamatan Mandau)
ANALISIS PENGELOLAAN SAMPAH PADA UNIT PELAKSANAAN TEKNIS (UPT) DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BENGKALIS (STUDI DI KECAMATAN MANDAU) ABSTRAK YASMIN NABILA HAKIM 207110195 Kata Kunci: Kinerja, Pengelolaan Sampah, Unit Pelaksanaan Teknis, Dinas Lingkungan Hidup Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik, yang sering kali disebabkan oleh kurangnya edukasi mengenai dampak negatif dari perilaku membuang sampah sembarangan. Meskipun beberapa Tempat Pembuangan Sampah (TPS) telah disediakan di berbagai titik, hendak tetapi masih termampu kekurangan dalam sarana dan prasarana pengelolaan sampah yang mendorong masyarakat mencari alternatif lain, seperti memakai kantong plastik atau keranjang, yang pada akhirnya meningkatkan kecenderungan membuang sampah sembarangan. Tanpa sarana yang memadai, masyarakat cenderung memilih jalan termudah dengan membuang sampah sembarangan, bahkan di tempat-tempat yang tidak seharusnya, seperti lahan kosong, yang kemudian menciptakan TPS ilegal. Partisipasi masyarakat dalam inisiatif pengelolaan sampah seperti daur ulang juga masih minim, yang mungkin disebabkan oleh keterbatasan fasilitas dan pendekatan edukasi yang kurang tepat. Kekurangan TPS di wilayah tertentu lebih lanjut mendorong masyarakat untuk membuang sampah secara tidak teratur, menciptakan potensi pencemaran lingkungan dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit akibat tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis kinerja pengelolaan sampah di unit pelaksanaan teknis lingkungan hidup di Kecamatan Mandau. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian adalah Unit Pelaksanaan Teknis Pengelolaan Sampah di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bangkalis, dengan melibatkan 18 informan yang terdiri dari 3 informan kunci dan 15 informan pendukung. Penentuan informan memakai dua teknik, yaitu teknik sensus (sampel jenuh) untuk kepala UPT Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup, Kecamatan, dan petugas pelaksana urusan kebersihan dan operasional, serta teknik purposive sampling untuk kepala keluarga. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Pengelolaan Sampah di Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Sampah di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, perlu ditingkatkan lagi, terutama dalam hal Pengumpulan, Pengangkutan, dan Pembuangan Akhir.
No other version available