Art Original
Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Impor Gandum Indonesia
Dibawah bimbingan ibu Sisca Vaulina, SP., MP. Gandum merupakan bahan makanan yang memiliki keunggulan tahan lama dan dapat diolah menjadi berbagai macam makanan serta memiliki sumber karbohidrat, gandum dapat digunakan sebagai pengganti beras. Permintaan gandum Indonesia memiliki tren yang cenderung naik setiap tahun karena perkembangan Industri makanan berbahan dasar tepung gandum yang meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan akan gandum Indonesia melakukan impor, hal ini dikarenakan Indonesia bukan negara penghasil gandum. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis pertumbuhan volume impor gandum Indonesia, harga gandum internasional, Produk Domestik Bruto (PDB), konsumsi, kurs rupiah dan inflasi periode tahun 1990-2020. (2) Menganalisis faktor-faktor yang memepengaruhi impor gandum Indonesia. Penelitian ini berlangsung selama 6 bulan, dimulai dari bulan juli hingga november 2023. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kepustakaan (library research) dengan menggunakan data sekunder berupa data time series berdasarkan tahun 1990-2020. Analisis data pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif serta fungsi produksi Cobb-Douglas yang ditransformasikan menjadi Logaritma Natural (LN) dengan variabel volume impor gandum Indonesia, harga gandum internasional, Produk Domestik Bruto (PDB), konsumsi, kurs rupiah dan inflasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan volume impor gandum Indonesia periode tahun 1990 hingga 2020 mengalami rata-rata laju pertumbuhan sebesar 5,4% pertahun selama periode 31 tahun. Rata-rata laju pertumbuhan harga gandum internasional sebesar 7,9% pertahun. Produk domestik bruto (PDB) mengalami rata-rata laju pertumbuhan sebesar 8% pertahun. Rata-rata laju pertumbuhan konsumsi, kurs rupiah dan inflasi selama 31 tahun terakhir masing-masing sebesar 5,4%, 6,9% , dan -5% pertahun. Berdasarkan hasil analisis fungsi produksi Cobb-Douglas yang ditransformasi ke Logaritma Natural (LN) bahwa harga gandum internasional, produk domestik bruto (PDB) dan kurs rupiah berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap volume impor gandum, kemudian konsumsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume impor gandum Indonesia, sedangkan inflasi bepengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap volume impor gandum Indonesia.
No other version available