Art Original
Risiko Tingkat Kematian Ayam Broiler Pada Peternakan Pt. Tunas Satwa Mandiri Di Desa Lubuk Sakat Kecamatan Perhentian Raja Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Dibawah Bimbingan Ibu Ilma Satriana Dewi, SP., M.Si. PT. Tunas Satwa Mandiri merupakan perusahaan peternakan yang membudidayakan ayam broiler yang berada di Desa Lubuk Sakat, Kecamatan Perhentian Raja, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Namun dalam kegiatan usahanya mengindikasikan tingginya tingkat risiko kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Karakteristik pekerja dan profil usaha peternakan ayam broiler, (2) Sumber-sumber risiko kematian ayam broiler, (3) Kemungkinan terjadinya risiko (probabilitas), (4) Dampak kerugian risiko kematian ayam broiler, (5) Strategi penanganan risiko kematian ayam broiler pada peternakan PT. Tunas Satwa Mandiri. Metode penelitian adalah studi kasus pada usaha peternakan ayam broiler PT. Tunas Satwa Mandiri. Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan yang dimulai dari Januari – Juni 2023. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sensus yang terdiri dari 1 manajer farm dan 13 karyawan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, z-score, dan Value at Risk (VaR). Hasil penelitian menunjukkan: (1) manajer farm berumur produktif dengan umur 38 tahun, lama pendidikan 12 tahun dengan pengalaman 8 tahun, jumlah tanggungan keluarga 4 orang, sedangkan anak kandang memiliki rata-rata umur 23,5 tahun, lama pendidikan 9 tahun dengan pengalaman 2,6 tahun, jumlah tanggungan keluarga 1 orang. Profil usaha peternakan ayam broiler PT. Tunas Satwa Mandiri berdiri pada tahun 2010 dan menjadi PT pada tahun 2018. Modal usaha peternakan ini sebesar Rp. 5.489.963.250. Skala usaha peternakan ini termasuk kedalam skala usaha menengah. Jumlah tenaga kerja pada peternakan ini terdiri dari 14 orang. (2) Terdapat empat sumber risiko produksi yaitu ayam broiler afkir, kondisi cuaca, serangan penyakit, dan serangan predator. (3) Kemungkinan terjadinya risiko (probabilitas) yang terbesar adalah serangan penyakit dengan nilai 42,07 persen dan probabilitas yang terkecil yaitu serangan predator dengan nilai 15,62 persen. (4) Dampak risiko yang menimbulkan kerugian terbesar adalah serangan penyakit sebesar Rp. 55.720.792, sedangkan dampak kerugian yang terkecil yaitu serangan predator yaitu sebesar Rp. 26.058.553. (5) Strategi penanganan risiko pada peternakan ayam broiler PT. Tunas Satwa Mandiri berdasarkan pemetaan risiko yaitu strategi preventif dan strategi mitigasi.
No other version available