Art Original
Usahatani Tanaman Porang Di Kecamatan Rumbai Timur Kota Pekanbaru Provinsi Riau (studi Kasus Pada Lahan Pt. Mitra Porang Nusantara)
Usahatani Tanaman Porang di Kecamatan Rumbai Timur Kota Pekanbaru Provinsi Riau (Studi Kasus pada Lahan PT Mitra Nusantara) Dibimbing Oleh Bapak Ir. H. Tibrani, M.Si. Usahatani tanaman porang memiliki beberapa potensi, diantaranya harga jual yang tinggi serta masih sedikitnya petani yang melakukan budidaya tanaman porang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Karakteristik petani dan tenaga kerja serta profil usahatani porang di Kecamatan Rumbai Timur Kota Pekanbaru. 2) Teknologi budidaya porang dan penggunaan faktor produksi porang di Kecamaatan Rumbai Timur Kota Pekanbaru. 3) Biaya produksi, pendapatan, keuntungan dan efisiensi usahatani porang di Kecamatan Rumbai Timur Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus di Desa Okura Kecamatan Rumbai Timur Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Analisis data pada penelitian ini secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini akan dilaksanakan selama 6 bulan yang dimulai dari bulan Mei sampai Oktober 2022. Responden berjumlah 1 orang pengusaha, 5 orang tenaga kerja pada Mitra Porang Nusantata. Data yang dikumpulkan bersumber dari data primer dan data sekunder. Analisis data secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Karakterisitk petani memiliki rata-rata umur 36,40 tahun (produktif), lama pendidikan 7,12 tahun (setara SMA), lama pengalaman berusahatani 12 tahun dan jumlah tanggungan keluarga 2 orang. Luas lahan yang miliki petani adalah 10 Ha dengan status kepemilikan lahan adalah milik sendiri dan sumber modal berasalr dri modal pribadi. Biaya produksi usahatani porang dalam penelitian ini sebesar Rp 192.327.266,67 garapan/MT, biaya ini terdiri dari biaya variabel sebesar Rp 191.933.400 garapan/MT dan biaya tetap sebesar Rp 393.866,67 garapan/MT. Penggunaan biaya terbesar pada biaya tenaga kerja luar keluarga sebesar 55,37% atau sebesar 1.065 HOK/MT dan alokasi biaya terendah pada penyusutan peralatan sebesar 0,20% atau Rp 393.866,67. Produksi usahatani porang sebanyak 3.500 kg/garapan/MT, pendapatan kotor usahatani porang sebesar Rp 350.000.000,00 garapan/MT dan pendapatan bersih diperoleh sebesar Rp 157.672.733,33 garapan/MT. Nilai RCR 1,84 menunjukkan bahwa usahatani porang efisien dan layak untuk diusahakan. Kata Kunci : Tanaman, Usahatani Porang, PT. Mitra Porang Nusantara
No other version available