Art Original
Efektivitas Berbagai Komposisi Perangkap Dalam Memerangkap Hama Kumbang Tanduk (oryctes Rhinoceros L) Pada Perkebunan Kelapa Sawi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas beberapa komposisi perangkap terhadap hasil tangkapan kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros). Penelitian ini telah dilaksanakan di Perkebunan Kelapa Sawit Koperasi Air Kehidupan (KAK), Kelurahan Sam Sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau, mulai dari bulan Juni sampai Juli 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 jenis komposisi perangkap terhadap hama kumbang tanduk yaitu perangkap dengan cahaya, perangkap dengan nanas, perangkap dengan feromon, perangkap dengan cahaya dan nanas serta perangkap dengan cahaya dan feromon. Parameter yang diamati yaitu jumlah kumbang yang tertangkap pada perangkap, rasio jantan dan betina kumbang tanduk yang tertangkap pada perangkap, jumlah kumbang yang tertangkap pada jebakan peneluran. Data dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkap dengan hasil tangkapan terbanyak dihasilkan pada perangkap cahaya dan feromon yaitu rata rata tangkapan 20,4 ekor dan perangkap dengan tangkapan paling sedikit adalah perangkap cahaya dengan rata rata hasil tangkapan 2,4 ekor. Rasio jantan dan betina hasil tangkapan komposisi perangkap adalah 9 : 3 (Cahaya), 42 : 7 (Nanas), 2 : 81 (Feromon), 44 : 8 (Cahaya Nanas), 12 : 90 (Cahaya Feromon). Dapat disimpulkan bahwa perangkap feromon menangkap lebih banyak kumbang betina dan perangkap nanas lebih baik dalam menangkap kumbang jantan.
No other version available