Art Original
Analisis Potensi Dan Strategi Pengembangan Ekowisata Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (Tahura Ssh) Di Kecamatan Minas Kabupaten Siak Riau
TAHURA SSH merupakan kawasan pelestarian alam, untuk tujuan koleksi tumbuhan dan satwa, baik alami maupun buatan, yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi. maka TAHURA SSH perlu dikembangkan, sehingga kajian tentang potensi dan strategi pengembangan ekowisata TAHURA SSH di Kecamatan Minas Kabupaten Siak Provinsi Riau perlu dilakukan.
Tujuan penelitian adalah menganalisis: 1) Karakteristik pejabat, pengelola dan pengunjung. 2) Analisis potensi meliputi: (a) Potensi alam, (b) Potensi organisasi, (c) Infrastruktur pendukung. 3) Strategi pengembangan TAHURA SSH.
Penelitian ini menggunakan metoda survey. Pengambilan responden pejabat sebanyak 5 orang dilakukan secara Sensus, responden pengelola sebanyak 5 orang dilakukan secara Purposive Sampling, responden pengunjung sebanyak 25 orang dilakukan secara Multistage Random Sampling, sehingga total responden 35 orang.
Berdasarkan hasil penelitian diambil kesimpulan sebagai berikut: (1) Analisis karakteristik pejabat, pengelola dan pengunjung. a) Analisis karakteristik pejabat TAHURA SSH: Pejabat memiliki kemampuan baik dalam mengelola TAHURA SSH, kemampuan ini dinilai dari pengalaman/masa kerja pejabat yang sudah sangat berpengalaman, dengan rata-rata masa kerjanya 31 tahun, serta ditunjang dengan pendidikan formal yang dimilik iyaitu: Fakultas Kehutanan, S2 sebanyak 3 orang dan S1 sebanyak 2 orang, dan pendidikan non formal bagi pejabat, yang merupakanpenunjangketerampilannyauntukbekerjasamadalammengembangkanekowisata TAHURA SSH. b) Analisis karakteristik pengelola TAHURA SSH: Pengelola memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola TAHURA SSH, hal ini dinilai dari pengalaman/masa kerja rata-rata 9 tahun, dengan tingkat pendidikan SLTA, merupakan tenaga honor yang terampil, dimana tugas setiap harinya berdasarkan arahan pengawas lapangan, sehingga terjalinnya kerja sama yang harmonis dilingkungan kerja, agar terciptanya pelayanan yang baik terhadap pengunjung. c) Analisis karakteristik pengunjung TAHURA SSH: Pengunjung rata-rata merupakan anak muda mudi dengan usia 21 Tahun, yang merupakan rata-rata pelajar SLTA dengan domisili pekanbaru dan kabupaten Siak. (2) Analisis potensi TAHURA SSH meliputi: a) Potensi alam TAHURA SSH: Alam TAHURA SSH memiliki potensi yang membuat daya tarik pengunjung adalah: Geografi, Topografi, Geologi, Klimatologi, Hidrologi, flora dan faunanya. TAHURA SSH merupakan kawasan pelestarian alam yang bertujuan untuk koleksi bermacam-macam tumbuhan, dan satwa-satwa yang alami maupun buatan, jenis asli dan bukan asli, yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, penunjang budidaya, budaya, pariwisata danr ekreasi. b) Potensi organisasi: Organisasi TAHURA SSH, memiliki Sumber Daya Manusia berpotensi. Struktur Organisasi dengan uraian tugas masing-masing personil, guna mengembangkan TAHURA SSH kedepan menjadi ekowisata yang lebih baik. c) Potensi infrastruktur: Infrastruktur merupakan bagian sangat penting bagi kenyamanan pengunjung, infrastruktur yang dimiliki TAHURA SSH cukup baik dan terawat, walaupun sudah berumur. (3) Sembilan alternatifv strategi dengan sekala prioritas: (1) Mengembangkan potensi yang dimiliki TAHURA SSH dan tetap mempertahankan konsep wisata yang sudah ada, (2) Mengoptimalkan sistem informasi baik dalam operasional maupun promosi, (3) Mengadakankerjasamaantarekowisatasejenisdalamkegiatanmempromosikanvariasiprodukbaru,(4)Meningkatkan pelayanan dan kualitas SDM baik dari segi keamanan dan kenyamanan demi tercapainya tingkat kepuasan konsumen seperti menawarkan produk baru pada setiap produk wisata, (5)Mengadakan kerjasama antar instansi pemerintah, perusahaan sejenis dan masyarakat sekitar dalam pelestarian hutan khususnya pada batas wilayah pemukiman dan batas hutan wisata, (6) Memperbaiki system manajemen agar sesuai dengan pola kerja dan kebutuhan perusahaan sehingga di capai efektivitas dan efisiensi untuk menekan biaya operasional, (7) Meningkatkan tingkat kesadaran pengunjung baik dari segi keamanan serta pelestarian dengan dukungan pemerintah dan masyarakat sekitar, (8) Melakukan perawatan dan perbaikan infrastruktur demi tercapai kepuasan dalam pelayan, (9) Menjalin kerjasama dengan lembaga non formal dalam hal penyuluhan, pembinaan, dan pelestarian.
No other version available