Art Original
Keputusan Petani Adopsi Usahatani Padi Sawah Di Desa Teluk Kelasa Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau
Doni Ardian (194210039). Faktor yang Berpengaruh terhadap Keputusan Petani Adopsi Usahatani Padi Sawah di Desa Teluk Kelasa Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, dibawah bimbingan Ibu Dr. Ir. Marliati, M.Si. Usahatani padi sawah adalah kegiatan menghasilkan padi sebagai sumber pangan utama masyarakat Indonesia. Namun, jumlah petani padi sawah mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) karakteristik petani dan profil usahatani padi sawah; 2) karakteristik inovasi (usahatani padi sawah) dan kinerja penyuluh; 3) faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani adopsi usahatani padi sawah; 4) upaya untuk meningkatkan adopsi usahatani padi sawah. Penelitian ini menggunakan metode survei yang dilakukan selama 6 bulan, berlokasi di Desa Teluk Kelasa Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir. Pengambilan responden dilakukan secara kuota sampel berjumlah 85 responden yang terbagi kedalam 2 kategori yaitu 35 responden kategori berhenti berusahatani padi sawah dan 50 responden kategori lanjut berusahatani padi sawah. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Petani lanjut adopsi usahatani padi sawah mayoritas berumur 37-47 tahun dengan tingkat pendidikan sekolah dasar (SD), berpengalaman usahatani selama 11-20 tahun dan memiliki jumlah tanggungan keluarga sebanyak 2-3 orang. Luas lahan yang diusahakan petani 1,5- 2,0 ha hanya memiliki 1 orang TKDK, mengeluarkan biaya 10,6-14,2 juta rupiah/MT dengan produktivitas padi sawah 31,31-34,07 kw/ha. Sedangkan petani berhenti adopsi usahatani padi sawah mayoritas berumur 48-58 tahun dengan tingkat pendidikan sekolah menengah pertama (SMP), berpengalaman usahatani selama 1-20 tahun dan memiliki jumlah tanggungan keluarga sebanyak 2-3 orang. Petani berhenti adopsi usahatani memiliki lahan seluas 1,5-2,0 ha dan juga hanya memiliki 1 orang TKDK, biaya yang dikeluarkan 10,6-14,2 juta rupiah/MT dengan produktivitas 23,24-25,92 kw/ha. 2) Petani lanjut adopsi usahatani menyatakan bahwa usahatani padi sawah menguntungkan dari segi ekonomi dan sesuai dengan kecenderungan budaya/kebiasaan lingkungan masyarakat desa saat ini, sementara petani berhenti adopsi usahatani menyatakan bahwa usahatani padi sawah kurang menguntungkan dari segi ekonomi dan kurang sesuai. Namun, dalam hal kerumitan usahatani padi sawah petani lanjut dan berhenti adopsi usahatani padi sawah sepakat menyatakan bahwa usahatani padi sawah itu rumit dan juga sepakat menyatakan bahwa tidak ada kinerja penyuluh pertanian yang dirasakan petani. 3) Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani adopsi usahatani padi sawah: pengalaman usahatani, produktivitas padi sawah, dan keuntungan relatif. 4) Perlu adanya kinerja penyuluh pertanian yang memberdayakan petani dalam meningkatkan kemampuan petani sehingga mencapai produktivitas yang baik dan menguntungkan bagi petani dari segi ekonomi.
No other version available