Art Original
Optimisme Pada Wanita Dewasa Awal Berstatus Ibu Tunggal
Kehidupan dalam berumah tangga tidak selalu berjalan dengan baik seperti yang diinginkan, dalam hubungan pernikahan antar suami-istri terdapat perbedaan pendapat yang akan memicu konflik sehingga terjadinya pertentangan dan berakhir pada perceraian. Menjadi ibu tunggal dewasa awal tidaklah mudah, dikarenakan harus mengurus dan mencukupi segala kebutuhan anak tanpa adanya bantuan dari suami. Ibu tunggal dituntut untuk bisa menjalankan dua peran sekaligus dan optimisme terhadap masa depan diri serta anaknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan seperti apa optimisme pada wanita dewasa awal berstatus ibu tunggal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian ini berjumlah tiga orang yang merupakan ibu tunggal dewasa awal dengan teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling yaitu berdasarkan karakteristik. Hasil penelitian dan pembahasan dari data yang diperoleh bahwa ketiga informan memiliki tingkat optimis yang baik dilihat dari hasil observasi dengan keterangan skor tinggi.
No other version available