Art Original
Studi Laboratorium Pemanfaatan Biosurfaktan Dalam Mengatasi Wax Parafin Menggunakan Belimbing Wuluh (averrhoa Bilimbi)
Pada dunia perminyakan terdapat beberapa masalah yang khususnya di lapangan minyak yaitu terjadi nya fase parafin pada produksi minyak bumi. Fase parafin adalah suatu fase yang terdiri dari senyawa hidrokarbon parafin yang terbentuk pada suhu tertentu. Fase parafin ini dapat menyumbat sistem pipa produksi minyak bumi sehingga menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup besar pada industri minyak bumi. Untuk mengatasai permasalahan ini biosurfaktan menjadi jalan alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi wax parafin. Biosurfaktan merupakan surfaktan yang diperoleh dari bahan alami seperti tumbuhan atau hewan. Penelitian ini melakukan uji densitas, viskositas, pH, dan kompatibilitas. Pada pengujian densitas dan viskositas memiliki tiga variasi temperatur untuk pengujian densitas pada temperatur (50 °C, 60 °C, dan 70 °C) pada temperatur 50 °C , densitas tercatat sebesar 1,018 gr/ml, kemudian menurun menjadi 1.016 gr/ml pada suhu 60 °C dan lebih lanjut menjadi 0.997 gr/ml pada suhu 70 °C. Untuk pengujian viskositas pada temperatur 50 °C fluida memiliki viskositas sebesar 2.24 cP yang merupakan nilai viskositas tinggi akan tetapi ketika suhu dinaikkan menjadi 60 °C viskositas fluida menurun 1.69 cP terjadi karena kenaikan temperatur. Pada temperatur tertinggi yaitu 70 °C viskositas fluida turun menjadi 1.40 cP menunjukkan bahwa fluida lebih encer pada suhu yang lebih tinggi. Kata Kunci : Biosurfaktan, belimbing wuluh, parafin, viskositas, experiment
No other version available