Art Original
Kuantifikasi Dampak Kehadiran Industri Migas Bagi Masyarakat Pada Kabupaten Siak
Kontribusi hasil minyak dan gas (Migas) untuk perekonomian Provinsi Riau tidak diragukan lagi. Bahkan hasil Migas telah memperindah Riau dari sebuah daerah yang dulunya merupakan rawa di negeri ini. Sumber daya Migas di Indonesia sudah dieksploitasi lebih dari 125 tahun yang bermula saat ditemukannya sumur minyak bumi pertama di Desa Telaga Said, Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang kemudian berkembang pada daerah lain, seperti Riau yang memulai eksplorasi tahun 1924, yang sempat memproduksi hingga satu miliar barel per hari. Migas adalah sumber daya alam yang memiliki fungsi dan manfaat yang besar. Indonesia merupakan satu dari negara lain yang memiliki banyak potensi migas dan salah satu potensi migas di Indonesia terletak pada Kabupaten Siak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran sektor migas untuk pembangunan daerah Kabupaten Siak baik dari aspek pembangunan sosial dan ekonomi, serta penerapan CSR (Corporate Social Responsibility) di Kabupaten Siak. Pada penelitian kali ini akan lebih berfokus kepada daerah Kabupaten Siak. Dalam pengelolaan minyak dan gas bumi, Pemerintah melibatkan peran serta daerah dan nasional, sebagaimana diatur Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No 37 Tahun 2016 tentang ketentuan penawaran participating interest 10% (Sepuluh Persen) pada Wilayah kerja minyak dan gas bumi. Sumber daya alam (SDA) sektor migas dilaksanakan berdasarkan UU No 33 tahun 2004 tentang perimbangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Hasil produksi Migas yang dihasilkan berpengaruh terhadap penerimaan daerah melalui DBH yang telah dialokasikan pemerintah pusat berdasarkan hasil produksi setiap tahunnya, semakin tinggi produksi Migas maka akan semakin tinggi pula alokasi DBH dari Pemerintah Pusat untuk Pemerintah Daerah. Dari analisis yang telah dilakukan diketahui bahwa kontribusi DBH dalam kurun waktu 5 tahun sebanyak 1.852.51M terhadap Kabupaten Siak, kontribusi PDRB memasukkan unsur migas meningkat secara signifikan, dalam kurun waktu 10 tahun pendapatannya yaitu 267,5T dengan rata-rata pendapatannya per tahun sebesar 26,75T. Indeks pembangunan manusia terhadap pencapaian keberhasilan dalam meningkatkan kualitas hidup manusia dan meningkatkan level pembangunan Kabupaten Siak termasuk kategori kelompok “Tinggi” : 70 ? IPM ? 80.
No other version available