Art Original
Pengaruh Attachment To God Terhadap Resiliensi Pada Santri Di Pekanbaru
Kehidupan di lingkungan pondok pesantren berbeda dengan keadaan tinggal bersama keluarga. Hal ini membutuhkan kemampuan adaptasi yang baik bagi para santri agar mampu menjalani proses belajar, dimana akan dihadapkan dengan kesulitankesulitan yang menyebabkan santri keluar dari pondok pesantren, dan munculnya beberapa permasalahn psikologis. Jika santri mampu beradaptasi dengan kesulitan yang dihadapi dan mampu bangkit dari keterpurukan maka akan meningkatkan resiliensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh attachment to god terhadap resiliensi pada santri di Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan melibatkan subjek penelitian berjumlah 286 santri yang ada di Pekanbaru. Teknik sampling menggunakan cluster random sampling. Metode pengumpulan data dengan menggunakan skala Muslim Spiritual Attachmnet Scale (M-SAS) yang berjumlah 16 aitem dan skala The Brief Resilience Scale (BRS) yang berjumlah 6 aitem. Penelitian ini menggunakan analisis statistik Structural Equation Model Partial Least Square (SEM PLS). Penelitian ini menunjukkan bahwa attachment to God memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap resiliensi dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,322 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,01) dan nilai T sebesar 6,689. Artinya, attachment to god dapat meningkatkan resiliensi. Implikasi penelitian ini agar resiliensi pada santri meningkat perlu dilakukan pembelajaran yang dapat meningkatkan attachment to god. Pendidikan yang ada di pondok pesantren tidak hanya pada pengetahuan saja tetapi bagaimana bahwa pendidikan agama yang diberikan dapat meningkatkan attachment to god pada santri.
No other version available