Art Original
Adaptasi Masyarakat Terhadap Bencana Banjir Di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti
Banjir dibagi menjadi 2 (dua) yaitu banjir yang dapat terjadi akibat limpasan air permukaan yang meluap dan volumenya melebihi kapasitas pengaliran seperti drainase atau badan air dan banjir rob akibat akibat pasang air laut yang menggenangi kawasan yang mempunyai ketinggian lebih rendah dari permukaan air laut pada pasang tertinggi. (Hermon, 2012). Wilayah di Kecamatan Tebing Tinggi yang terkena banjir hampir menyebar diseluruh desa/kelurahan khususnya pada wilayah yang berada di kawasan yang dekat dengan bibir pantai. Kejadian bencana banjir yang seringkali terjadi di setiap musim penghujan sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Meskipun Kecamatan Tebing Tinggi merupakan langganan banjir, masyarakat tetap memilih bertahan di tempat tinggalnya. Ada beberapa faktor yang mungkin menyebabkan masyarakat tetap bertahan, diantaranya keterbatasan ekonomi masyarakat, masyarakat tidak ingin meninggalkan tempat kelahirannya, dan masyarakat sudah terbiasa atau beradaptasi terhadap bencana banjir yang terjadi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif yang mana hasilnya diketahui bahwa desa yang memiliki banjir banjir tinggi berada pada Desa Banglas dengan luas terdampak pada tingkat bahaya tinggi seluas 234.70 Ha. Hal ini disebabkan karena posisi administrasi desa tersebut berbatasan dengan daerah aliran sungai Johor sehingga memincu banjir tinggi bahaya banjir apabila sedang terjadi musim penghujan yang menyebabkan meluapnya sungai yang memberikan terkena dampak pada desa-desa tersebut, bahwa bencana akibat banjir rob yang terjadi di Kecamatan Tebing Tinggi memiliki ketinggian sekitar 30-45 m. Adaptasi Struktural untuk risiko rendah hampir 52% tidak melakukan adaptasi yang signifikan karena kerugian yang diakibatkan oleh bencana banjir tidak besa sedang dan tinggi yang telah dilakukan oleh masyarakat hampir 98% melakukan peninggian lantai rumah/pondasi, membuat penahan air di depan pintu rumah agar air tidak masuk ke dalam rumah serta menggunakan cat anti air guna menjaga keindahan warna rumah . Sementara untuk adaptasi non-struktural masyarakat di Kecamatan Tebing Tinggi masih mampu menghadapi bencana banjir, karena dampak banjir masih bisa bertahan hidup ketika terjadi banjir, dan masih dapat beraktivitas meski terhambat oleh banjir dominasi oleh kondisi sosial dan ekonomi.
No other version available