Art Original
Analisis Quantity Take-off Untuk Mengurangi Potensi Waste Material Dengan Menggunakan Building Information Modelling (bim) (studi Kasus : Proyek Pembangunan Supermarket Di Jalan Pasir Putih Km 3.5, Kampar, Riau )
Perkembangan teknologi yang semakin pesat dibidang konstuksi, memberikan banyak manfaat untuk menyelesaikan proyek dengan kualitas yang baik, biaya seminimal mungkin, serta dalam waktu yang singkat. Dalam pengaplikasiannya terdapat faktor kendala dalam pembangunan proyek konstruksi yaitu perhitungan quantity take-off. Kesalahan dalam perhitungan quantity take-off dapat berakibat pada berpotensi menghasilkan pemborosan material serta besarnya anggaran biaya yang dikeluarkan. Dari permasalahan tersebut, konsep BIM hadir sebagai solusi penyelesaian. BIM adalah suatu proses pengelolaan dan representasi model informasi digital dari suatu bangunan atau infrastruktur yang mencakup aspek-aspek seperti geometri, material, komponen dan proses konstruksi. Software berbasis BIM yang digunakan adalah Autodesk Revit yang mampu melakukan proses perhitungan quantity take-off otomatis setelah dilakukan pemodelan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder berupa gambar DED dan RAB yang didapat dari pihak Kontaktor. Berdasarkan perolehan data dari metode tersebut sehingga didapati tujuan penenelitian ini adalah untuk memodelkan secara 3D objek yang diamati dengan konsep BIM, mengetahui selisih perhitungan Quantity Take-Off hasil BIM dengan konvensional, serta mengetahui besarnya potensi waste material berdasarkan perbandingan Quantity Take-Off hasil BIM dengan konvensional. Hasil penelitian ini pada perhitungan kebutuhan total material pekerjaan juga terdapat selisih antara hasil volume metode BIM dengan metode konvensional, dengan material beton sebesar 34.987 m3 dan material baja sebesar 1968.509 kg lebih banyak metode konvensional dibandingakan BIM. Dengan menggunakan BIM dengan software Autodesk Revit mampu meminimalisir kesalahan perhitungan volume pekerjaan. Dari penelitian yang telah dilakukan, quantity take-off menggunakan BIM dapat dilihat besar potensi waste material sebesar 8,743% pada beton dan 2.972% pada baja, lebih hemat BIM. Hal ini juga berdampak pada penghematan biaya sebesar Rp 291.040.880,82 dari total anggaran proyek sebesar Rp 9.814.202.368,06. Sehingga terbukti bahwa menggunakan BIM untuk quantity take-off benar mengurangi potensi waste material.
No other version available