Art Original
Analisis Perbandingan Abu Batu Bata Pekanbaru Dan Abu Batu Bata Ujung Batu Sebagai Pengganti Sebagian Filler Terhadap Nilai Stabilitas Marshall Laston Lapis Aus (ac-wc)
Semua campuran beraspal harus mengandung bahan pengisi yang ditambahkan (filler added) min. 1% dari berat total agregat. Dalam upaya pelestarian lingkungan, Banyak bahan yang dapat di gunakan untuk filler pada campuran aspal, seperti penggunaan limbah batu bata sebagai filler dari campuran aspal. Pemilihan limbah batu bata sebagai filler campuran aspal karena bahan yang mudah dijumpai dan cenderung murah dari segi biaya. Pemanfaatan limbah abu batu bata pada kota Pekanbaru dan Ujung Batu dapat dijadikan salah satu pilihan filler yang dapat digunakan untuk mengetahui karakteristik marshall pada campuran yang direncanakan. Dengan menggunakan variasi pengganti sebagian filler sebanyak 0%, 20%, 40%, 60% dan 80% untuk limbah abu batu bata Pekanbaru dan Ujung Batu. Tujuan penggunaan filler abu batu bata ini untuk mengetahi pengaruh penambahan abu batu bata tersebut terhadap karakteristik marshall yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang maksimal berbeda pada tiap variasi untuk tiap karakteristik marshal yang ditinjau. Untuk nilai VMA variasi penggunaan abu batu bata pekanbaru yang masih memenuhi syarat adalah pada persentase 20% sebesar 15,26%, untuk abubata ujung batu semua varisasi masih memenuhi standar karena niali VMA semua variasi diatas 15%. Untuk nilai VMA untuk kedua jenis abu batu bata di semua variasi memenis syarat dengan nilai diatas 85%. Pada nilai VIM pada abu batu bata Pekanbaru hanya pada 0% yang memenuhi syarat sedangkan untuk ujung batu semua variasi memenuhi syarat. Nilai flow untuk kedua jenis abu hanya pada persentase 20% yang memenuhi syarat sedangakan nilai stabilitas memenuhi syarat pada semua variasi di kedua jenis abu batu bata.
No other version available