Art Original
Strategi Kepala Dinas Kesehatan Dalam Mengatasi Demam Berdarah Dengue Di Pekanbaru
STRATEGI KEPALA DINAS KESEHATAN DALAM MENGATASI DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI PEKANBARU ABSTRAK Oleh Dwi Ayu Wulandari Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Upaya dalam melakuan penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) berdasarkan surat edaran Walikota Pekanbaru no.52/SE/2022 tentang kewaspadaan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah PSN 3M Plus, Pelaksanaan G1R1J, Kegiatan Soisalisasi, Membawa Penderita ke Puskesmas, Penyelidikan Epidemiologi dan memperhatikan Protokol Kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi Kepala Dinas Kesehatan Dalam Mengatasi Demam Berdarah Dengue (DBD) di Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan mengatasi DBD dilakukan sesuai dengan indikator tersebut paling banyak dilakukan oleh puskesmas, sedangkan untuk partispasi dari masyarakat dalam mengatasi Demam Berdarah Dengue (DBD) masih sangat kurang begitu juga dengan peran Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Dalam penelitian ini kesimpulannya adalah masih belum optimalnya Strategi Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dalam mengatsi Demam Berdarah Dengue (DBD) di pekanbaru. Faktor penghambat dalam mengatasi Demam Berdarah Dengue (DBD) seperti mobiltas penduduk, kurangnya partisipasi masyarakat dalam mengatasi Demam Berdarah Dengue (DBD) minimnya sumber daya manusia terkhusus di puskesmas dan keterbatasan anggaran. Saran dalam mengatasi DBD adalah perlu adanya himbauan untuk melakukan perilaku hidup bersih agar tidak adanya penyakit yang ditularkan dar satu orang ke orang lain, perlu adanya koordinasi antara Dinas Kesehatan dan Puskesmas mengenai pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengatasi DBD. Dinas Kesehatan atau pemerintah harus lebih banyak menyediakan sumber daya manusia agar terlaksananya program DBD. Perlu adanya peran pemerintah dalam memberikan anggaran yang tetap dalam melakukan pemberantasan DBD.
No other version available