Art Original
Analisis Partitioning Tracer Test Pada Single- Well Untuk Menentukan Nilai Residual Oil Saturation Di Struktur Sedimen Sumur Terantam Lapangan Kasikan
Penurunan produksi minyak dapat terjadi karena sudah tuanya sumur-sumur yang saat ini dieksploitasi. Kondisi ini tidak selalu menggabarkan bahwa cadangan minyak yang ada di reservoir tersebut sudah habis. Jika hanya mengandalkan metode primary recovery, kemungkinan masih banyak minyak yang tersisa. Oleh karena itu perlu dilakukannya kegiatan tertiary recovery untuk meningkatkan produksi minyak kembali. Sebelum melakukan kegiatan tertiary recovery, perlu dilakukan peninjauan kembali pada sumur-sumur tersebut, salah satunya dengan menentukan residual oil saturation (Sor) di reservoir. Residual oil saturation (Sor) merupakan parameter dasar yang digunakan untuk banyak aspek dalam rekayasa reservoir. Penentuan Sor sangat berperan penting dalam evaluasi proyek tertiary recovery. Nilai Sor dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja percontohan dan untuk menentukan potensi dari poyek tertiary recovery. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menentukan Sor di reservoir adalah Single-Well Chemical Tracer Test (SWCTT) menggunakan partitioning tracer dengan bahan kimia berupa mono-ester seperti etil asetat. Pada pengujian ini dilakukan uji sensitivitas yang meliputi tiga parameter, yaitu konsentrasi tracer, lama waktu penutupan sumur, dan laju produksi. Dari simulasi yang telah dilakukan dengan menggunakan software CMG didapatkan pengukuran Sor yang optimal adalah sebesar 0,40.
No other version available