Art Original
Pengaruh Penggunaan Bakteri Escherichia Coli Dari Persentase Berat Semen Pada Beton Pulih Mandiri (self Healing Concrete)
Beton merupakan bahan konstruksi yang paling sering dijumpai dalam struktur bangunan. Alasan beton sering digunakan adalah karena keunggulannya yang memiliki kuat tekan yang tinggi dan tahan terhadap suhu yang tinggi. Akan tetapi, seperti bahan konstruksi lainnya, beton juga memiliki kelemahan yang dapat menimbulkan kerusakan pada beton. Kerusakan ini dapat ditimbulkan karena kesalahan saat perencanaan, pelaksanaan, dan karena pengaruh faktor lingkungan sekitar. Selain mempunyai kelebihan, beton juga mempunyai kekurangan yaitu memiliki kuat tarik yang rendah mengakibatkan mudah retak sebelum mencapai kuat batasnya. Salah satu cara mengurangi keretakan pada beton digunakan bahan tambah yaitu bakteri yang bisa membuat beton pulih mandiri atau disebut juga self healing concrete. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan bakteri escherichia coli terhadap beton self healing concrete, untuk mengetahui pengaruh penambahan bakteri escherichia coli dan tanpa bakteri escherichia coli. Penelitian ini bersifat eksperimen yang dilakukan dilaboratorium Struktur, Material dan Komputer Teknik Sipil dengan mengacu pada SNI 7656:2012 dengan benda uji berbentuk silinder sebanyak 15 sampel. Umur perawatan 28 hari dan dilakukan pengujian kuat tekan, kuat tarik belah, pemulihan retakan pada beton dapat dilihat secara visual, SEM (Scanning Electronic Microscope). Dari hasil peineilitian, pengaruh penggunaan bakteri escherichia coli dari persentase berat semen terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah pada beton pulih mandiri (self healing concrete) untuk hasil kuiat teikan beiton uimuir 28 hari nilai kuat tekan untuk beton normal dengan rata-rata 22,27 Mpa merupakan nilai kuat tekan terendah. Untuk kuat tekan beton dengan tambahan bakteri Escherichia Coli nilai kuat tekan mengalami kenaikan dengan rata-rata 26,04 Mpa. Dan untuk kuat tekan beton dengan tambahan bakteri Escherichia Coli setelah diretakkan merupakan nilai kuat tekan paling rendah dengan rata-rata 18,68 Mpa. Untuk hasil kuiat tarik belah beiton uimuir 28 hari nilai kuat tarik belah untuk beton normal dengan rata-rata 0,24 kg/cm2. Untuk kuat tarik belah beton dengan tambahan bakteri Escherichia Coli nilai kuat tarik belah mengalami kenaikan dengan rata- rata 0,27 kg/cm2.
No other version available