Art Original
Strategi Pengembangan Usahatani Jeruk Siam Di Nagari Kototinggi Kecamatan Gunung Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat
Strategi Pengembangan Usahatani Jeruk Siam di Nagari Kototinggi Kecamatan Gunung Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat, dibimbingan Bapak Hajry Arief Wahyudy, SP., MMA. Jeruk siam merupakan komoditas di Nagari Kototinggi dan menjadi salah satu jenis pertanian dikembangkan Oleh pemerintah di Nagari Kototinggi. Selain itu Nagari Kototinggi merupakan salah satu produksi jeruk siam terbanyak di Kecamatan Gunung Omeh. Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Karakteristik petani dan profil usahatani jeruk siam di Nagari Kototinggi Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat, 2. Usahatani Jeruk Siam di Nagari Kototinggi Kecamatan Gunung Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat, 3. Strategi pengembangan usahatani Jeruk Siam di Nagari Kototinggi Kecamatan Gunung Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat. Metode penelitian ini menggunakan metode survey yang berlokasi di Nagari Kototinggi Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik usahatani yaitu, umur petani adalah kelompok usia produktif dengan rata-rata umur 39 tahun. Profil usahatani yaitu rata-rata luas lahan 1,05/Ha, varietas jeruk siam yang digunakan bibit unggul yang sudah sertifikasi, status kepemilikan lahan adalah milik sendiri, rata-rata tenaga kerja yang digunakan 17 orang. Untuk hasil dari evaluasi tekknologi budidaya jeruk siam rata-rata sudah sesuai dengan teoori Naharsari, 2007. Penggunaan pupuk kandang rata-rata sebanyak 4.552,94 Kg/Ha/Tahun. Npk sebanyak 137,65 Kg/Ha/Tahun. KCL sebanyak 129,26 Kg/Ha/Tahun. Dolomit rata-rata sebanyak 76,03 Kg/Ha/Tahun. Za sebanyak 87,32 Kg/Ha/Tahun. Poska Mutiara 1616 sebanyak 83,00 Kg/Ha/Tahun. Penggunaan tenaga kerja pemupukan, pemeliharaan, pengendalian hama, panen 17 Ha/Tahun. Total biaya tersebut terdiri dari biaya variabel sebesar Rp. 33.019.885,36/Ha/tahun dan biaya tetap sebesar Rp 2.765.344/Ha/tahun. Rata-rata produksi sebesar 10.002,84/Ha/tahun. Rata-rata pendapatan petani 46.942.980/Ha/Tahun. Rata-rata efisiensi usahatani 2,30. Strategi pengembangan usahatani menggunakan matriks SWOT dengan hasil strategi SO (kekuatan, peluang) yaitu Pemanfaatan lokasi usahatani yang strategis untuk menagkap peluang pasar yan cukup tinggi. Memanfaatkan dukungan pemerintah dalam pengembangan teknologi. Dengan adanya produk yang berkualitas petani memiliki konsumen yang banyak menyukai buah jeruk siam dengan harga yang terjangkau oleh konsumen
No other version available