Art Original
Analisis Usaha Dan Pemasaran Benih Ikan Lele Dumbo Di Desa Hangtuah Kecamatan Perhentian Raja Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Usaha pembenihan ikan lele dumbo di desa hangtuah sangat penting guna meningkatkan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan (1). Mengetahui karakteristik pengusaha dan pelaku pemasaran, serta profil usaha pembenihan ikan lele (2). Menganalisis Teknologi, penggunaan faktor produksi, biaya produksi, produksi, pendapatan, dan efisiensi usaha pembenihan ikan lele. (3) Menganalisis pemasaran benih ikan lele yang terdiri dari ; saluran, lembaga, fungsi pemasaran, biaya pemasaran, margin pemasaran, Farmer share dan efisiensi pemasaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Penelitian ini dilakukan di desa hangtuah kecamatan perhentian raja Kabupaten Kampar dari bulan April 2023 sampai bulan Agustus 2024. Sampel yaitu sebanyak 10 orang pengusaha benih ikan lele dumbo. Sedangkan sampel pedagang 4 orang menggunakan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karakteristik pengusaha dan pedagang ikan lele dumbo antara lain termasuk kelompo umur produktif 36,80 tahun, lama pendidikan 12 tahun (setara SMA), pengalaman Usaha 9,53 tahun (tergolong lama), dan memiliki tanggungan keluarga sebanyak 3 orang (kecil). Profil Usaha terdiri dari luas kolam dengan rata-rata dari jumlah keseluruhan masing-masing berkisar 190 m2 dengan kedalaman 61 cm. Penjualan tahunan rata-rata Rp 146.190.512/tahun dan rata-rata jumlah modal Rp 9.654.200. Usaha Benih Ikan Lele Dumbo menunjukkan bahwa dengan rata-rata luas bak petani 202 unit/m2 dan jumlah HoK sebesar 11,68. (b) Biaya produksi senilai Rp 25.875.442/periode produksi, dengan komponen biaya terbesar yaitu induk senilai Rp 16.618.221. (c) Pendapatan kotor diperoleh senilai Rp 32.852.000/periode produksi, dengan produksi 357.000 ekor dan harga jual Rp 92/ekor. Sedangkan pendapatan bersih Rp 16.243.390/periode produksi. (d) RCR diperoleh senilai 1,99. Artinya Usaha tersebut efisien dan layak untuk diusahakan. Pada pemasaran ikan lele dumbo di Desa Hangtuah Biaya yang dikeluarkan oleh pedagang agen dalam pemasaran benih ikan lele dumbo adalah seperti biaya oksigen Rp. 10,00//ekor, biaya karet Rp. 0,10/ekor, biaya transportasi Rp. 10,00/ekor, biaya pembungkusan Rp. 0,05/ekor, sedangkan biaya resiko benih mati dalam perjalaan sebesar Rp. 10,00/ekor dan jumlah total biaya pemasaran sebesar Rp. 30,15/ekor. Margin ditingkat pedagang agen sebesar Rp. 38,00. Keuntungan yang diterima oleh pedagang agen sebesar Rp. 8,15/ekor. efisiensi pada pemasaran benih ikan lele dumbo sebesar 0,23 %. Semakin besar nilai efisiensi berarti saluran pemasaran semakin tidak efisien, sebab nilai efisiensi yang besar berarti biaya pemasaran yang dikeluarkan untuk menyampaikan produk produks tersebut ke konsumen juga besar dan perbandingan harga yang diterima oleh pengusaha benih ikan lele dumbo sebesar 0,70 % dari harga yang dibayarkan oleh petani pembudidaya.
No other version available