Art Original
Gambaran Pengungkapan Diri Pada Remaja Tunarungu
Tunarungu merupakan suatu kondisi dimana terdapat gangguan sebagian atau bahkan seluruh fungsi pada pendengaran. Pengucilan, tidak diterima dilingkungan masyarakat sekitar serta tidak diberi kesempatan untuk terlibat dalam hal apapun menjadi tekanan yang didapat oleh penyandang tunarungu sehingga terbentuk pribadi yang tertutup dan memilih untuk tidak melakukan pengungkapan diri ke lingkungannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengungkapan diri pada remaja tunarungu dan faktor apa saja yang menjadi hambatan untuk tidak melakukan pengungkapan diri pada lingkungannya. Informan dalam penelitian ini adalah 2 orang remaja laki-laki dan 1 orang remaja perempuan yang memiliki kondisi tunarungu. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan dari berbagai kriteria yang telah disediakan oleh peneliti. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan data penelitian diperoleh melalui wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini didapatkan 2 informan remaja laki-laki memiliki pengungkapan diri yang baik pada lingkungannya, sedangkan 1 informan remaja perempuan memiliki pengungkapan diri yang buruk akibat trauma bullying pada masa lalunya.
No other version available