Art Original
Fungsi Koordinasi Dalam Peningkatan Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (studi Kasus Penerimaan Retribusi Di Kabupaten Kepulauan Meranti)
Penelitian ini ditulis berdasarkan fungsi koordinasi yang dilakukan BAPENDA masih dihadapkan dengan persoalan kurang responsifnya OPD pemungut pajak terhadap permintaan data/ keterangan yang berdampak pada kurang maksimalnya pendapatan daerah. Peneitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi koordinasi dan factor penghambat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah wawancara terhadap informan kuci dan 9 informan utama. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan fungsi koordinasi dalam peningkatan optimalisasi pendapatan asli daerah Kabupaten Kepulauan Meranti dapat dilihat dari adanya komunikasi, tingkat kesadaran, keterlibatan pimpinan dan ahli, komitmen atas komunikasi, insentif serta tindaklanjut dari komunikasi. Komunikasi yang dilakukan antara Bapenda dan OPD pemungut sudah dilakukan secara internal maupun eksternal, secara horizontal dan vertikal sehingga cukup efektif dalam mengkomunikasikan upaya pengingkatan pendapatan daerah. Dalam hal kompetensi komunikasi pengambilan keputusan langsung melibatkan Kepala Bapenda sebagai pimpinan tertinggi di Bapenda Kab. Kepulauan Meranti, namun pada beberapa hal dapat juga dilakukan oleh pimpinan di bawahnya seperti Sekretaris Bapenda Kepulauan meranti dan Kepala Bidang Dalam hal komitmen atas komunikasi terlihat adanya sistem insentif dan disinsentif bagi pihak yang tidak komitmen dengan hasil kesepakatan yang dibuat terlihat dengan adanya aturan terkait pemberian insentif pungut sebelum melakukan pemungutan retribusi daerah. Dalam Hal tindak lanjut komunikasi dilakukan dalam berbagai tindak nyata dari berbagai OPD yang terkait dengan pungutan retribusi daerah atas layanan yang diberikan. Faktor yang menghambat komunikasi adalah kurangnya sarana dan prasarana, rentang kendali, minimnya anggaran yang disediakan serta kurang responnya OPD menyulitkan peningkatan komunikasi ditambah lagi tidak tersedianya sistem informasi yang dapat mendukung komunikasi. Dari berbagai aspek tersebut penelitian ini menemukan bahwa factor adanya tindak lanjut merupakan bagian penting dari komunikasi dalam meningkatkan efektifitas koordinasi dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah.
No other version available