Art Original
Studi Pengaruh Inhibitor Kulit Jeruk Nipis Sebagai Aditif Dalam Penanganan Korosi Pada Flowline Di Sumur Minyak Bumi
Korosi merupakan salah satu permasalahan utama yang terjadi pada pipa flowline di sumur minyak bumi. Faktor-faktor seperti pH asam, kelembaban tinggi, temperatur tinggi, dan kadar oksigen tinggi dapat mempercepat proses korosi, yang berujung pada keroposnya flowline dan kebocoran yang merugikan ekonomi serta mencemari lingkungan. Penggunaan inhibitor korosi merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah ini. Inhibitor organik semakin banyak dikembangkan karena sifatnya yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak kulit jeruk nipis sebagai inhibitor korosi pada flowline sumur minyak bumi. Ekstrak kulit jeruk nipis, yang mengandung senyawa flavonoid, dibuat menggunakan metode maserasi. Uji weight loss digunakan untuk mengukur laju korosi dengan sampel (corrosion coupon) yang direndam dalam lingkungan korosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak kulit jeruk nipis dapat mengurangi laju korosi pada flowline. Nilai efisiensi inhibitor tertinggi dicapai pada perendaman selama 48 jam dengan konsentrasi inhibitor 8 ml, yaitu sebesar 89,2%. Efisiensi inhibitor menurun seiring dengan peningkatan durasi perendaman hingga 96 jam. Efisiensi inhibitor pada 96 jam dengan 8 ml adalah 71,7%. Penurunan ini disebabkan oleh kejenuhan senyawa kompleks fenol pada permukaan sampel yang mengurangi kemampuan lapisan pelindung.
No other version available