Art Original
Analisis Intrusi Airlaut Di Daerah Pesisir Menggunakan Metode Geolistrik Studi Kasus: Pulau Bengkalis
ANALISIS INTRUSI AIRLAUT DI DAERAH PESISIR MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK STUDI KASUS PULAU BENGKALIS REBIANA URBANINGRUM NPM. 163610078 Program Studi Teknik Geologi SARI Daerah Penelitian berada di Pesisir Pulau Bengkalis yang termasuk kedalam dua kecamatan yakni kecamatan Bengkalis dan Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Untuk kebutuhan sehari - hari, masyarakat Pulau Bengkalis memperoleh sumber air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) ataupun menampung air hujan. Pulau Bengkalis merupakan pulau utama dari Kabupaten Bengkalis yang letaknya terpisah dari Pulau Sumatera dan dikelilingi oleh airlaut. Permasalahan tersebut mendorong penulis melakukan penelitian terkait analisis intrusi airlaut. Tujuan penelitian ini menentukan sebaran nilai resistivitas bawah permukaan, jenis litologi penyusun, serta nilai resistivitas intrusi airlaut. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode geolistrik, penggolongan nilai resistivitas, dan data bor. Berdasarkan hasil analisis geolistrik sebaan nilai resistivitas daerah penelitian dibagi menjadi tiga golongan yaitu nilai resistivitas rendah yaitu 0,34 Ωm – 5,87Ω merupakan endapan Pasir terintrusi airlaut, nilai resistivitas menegah yaitu 4,71 Ωm – 344 Ωm merupakan endapan Lempung, nilai resistivitas tinggi yaitu 26,3 Ωm – 476 Ωm merupakan endapan Pasir. Dengan sebaran kedalaman intrusi airlaut dari terendah hingga tertinggi adalah GLB 3 sedalam 3,86 m, GLB 4 sedalam 6,1 m,GLB 2 sedalam 10,5 m, GLB 1 sedalam 13,63 m.
No other version available