Art Original
Analisis Tingkat Kerusakan Bangunan Gedung Smp Islam Ylpi Kota Pekanbaru
Bangunan gedung sekolah merupakan komponen vital dalam sarana pendidikan di indonesia. Namun masih banyak beberapa gedung sekolah ditemukan permasalahan terkait kondisi bangunan yang tidak terawat dengan baik, seperti rembesan atap, retak pada dinding dan lantai, hingga ambruknya bagian struktur. Kerusakan pada bangunan gedung sekolah dapat mengganggu proses belajar mengajar dan mengurangi kenyamanan siswa maupun guru dalam beraktivitas. Kerusakan bangunan merupakan proses melemahnya kekuatan dan ketahanan konstruksi dan material bangunan meneriman beban-beban dari luar atau beban berat sendiri sehingga melebihi kapasitasnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif yang mana penelitian tersebut dengan cara mengamati langsung dan mengukur bagaimana bentuk kerusakan bangunan gedung tersebut. Untuk data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder dengan observasi langsung ke lapangan pada objek penelitian yang ditinjau kemudian mengolah data yang dikumpulkan dengan menggunakan panduan Kemendikbud 2015 dan panduan PUPR. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan bangunan gedung Sekolah SMP Islam YLPI Kota Pekanbaru dan mengetahui persentase tingkat kerusakan yang terjadi di Gedung SMP Islam YLPI Kota Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan mengalami kerusakan ringan dengan total persentase kerusakan sebesar 2,14%. Kerusakan struktur utamanya terjadi pada instalasi listrik, sementara komponen arsitektur mengalami beberapa kerusakan seperti pengelupasan dan retakan. Instalasi listrik di lantai dua tidak berfungsi, menjadi penyumbang terbesar kerusakan 1,14%. Komponen lain seperti pondasi, balok, plat lantai, tangga, atap, jendela, instalasi air bersih, dan drainase limbah masih dalam kondisi baik. Berdasarkan pedoman PUPR, kerusakan ini masih tergolong ringan karena berada di bawah 30%.
No other version available