Art Original
Pengawasan Tata Kelola Dinas Perhubungan Dalam Menertibkan Angkutan Umum Perkotaan Di Kota Pekanbaru
Angkutan umum sebagai bagian dari sistem transportasi perkotaan memiliki peran menunjang mobilisasi masyarakat kota dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Angkutan umum juga memegang peranan yang sangat penting dan strategis dalam pengembangan dan pembangunan kota baik pada sektor ekonomi, sektor sosial budaya, maupun sector pendidikan. Oleh karena itu keberadaan angkutan umum harus ditangani dengan baik dan benar sehingga tidak menimbulkan masalah bagi kehidupan kota. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan menjelaskan pengawasan oleh Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru dalam penertiban angkutan umum di Kota Pekanbaru dan hambatan-hambatannya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan kualitatif; Informan dalam penelitian ini yaitu Kepala Bidang Angkutan, Tim Pengawas Bidang Angkutan dan Supir angkutan kota oplet. Teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pengawasan kendaraan angkutan umum di jalan umum Kota Pekanbaru belum optimal, dimana hasil tindakan penilaian belum mencapai hasil yang diharapkan, seperti masih banyak ditemukan adanya kendaraan angkutan umum yang melakukan pelanggaran rute jalan, dan adanya kendaraan yang tidak mematuhi kewajiban penggunaan jalan bagi kendaraan. Tindakan perbaikan dengan menerapkan sanksi bagi pengguna/pemegang izin kendaraan angkutan umum, pelaksana pengawasan belum tegas terhadap pelanggar ketaatan/kewajiban pengguna kendaraan. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas penertiban angkutan umum di Kota Pekanbaru ada tiga yaitu terbatasnya sumber daya manusia, Dana dan Kesadaran Pengemudi. Faktor yang menjadi penghambat dari proses penertiban yang dilakukan oleh Satlantas Polresta Pekanbaru bersama Dishub adalah sumber daya manusia yang tidak mencukupi untuk melakukan pengawasan, sehingga penertiban sulit untuk dilakukan. Tidak adanya anggaran khusus dalam melakukan penertiban, sehingga penertiban tidak berjalan optimal. Serta kurangnya kesadaran pengemudi terhadap aturan berlalu lintas menjadi hambatan dalam mewujudkan kondisi tertib berlalu lintas. Kata Kunci : Pengawasan, Penertiban, Angkutan Umum.
No other version available