Art Original
Peran Pembimbing Konseling Dalam Mengembangkan Perilaku Asertif Peserta Didik Di Sma Negeri 1 Siak Hulu
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perilaku peserta didik terisolasi dalam mengikuti pendidikan di SMA Negeri 1 Siak Hulu dan bagaimana peran pembimbing konseling dalam mengembangkan perilaku asertif perserta didik terisolasi di SMA Negeri 1 Siak Hulu. Lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Siak Hulu, adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah pembimbing konseling, sedangkan objek dari penelitian ini adalah peranan pembimbing konseling dalam megembangkan perilaku asertif peserta didik terisolasi di SMA Negeri 1 Siak Hulu. Pupolasi penelitian ini adalah seluruh pembimbing konseling di SMA Negeri 1 Siak Hulu yang berjumlah 2 orang, karena populasi tidak terlalu besar maka penulis menggunakan total sampling artinya semua populasi yang di teliti dan jenis penelitian ini adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku peserta didik terisolasi dalam pendidikan adalah: 1. Perilaku peserta didik terisolasi saat proses pembelajaran ternyata peserta didik yang terisolasi lebih banyak diam dan hanya mendengarkan apa yang di sampaikan oleh pendidik yang menjelaskan saat belajar dan peserta didik terisolasi takut mengutarakan pendapat dan bertanya baik kepada teman maupun pendidik pada saat proses pembelajaran. 2. Perilaku sosial peserta didik terisolasi saat di sekolah, peserta didik terisolasi banyak di jauhkan oleh teman-teman sekelasnya dan ini di sebabkan peserta didik terisolasi berbicara kasar kepada teman-teman sekelasnya. Selanjutnya peran pembimbing konseling dalam mengatasi peserta didik terisolasi di SMA Negeri 1 Siak Hulu adalah : 1. Pembimbing konseling membagikan angket sosiometri kepada setiap kelas, kemudian melakukan observasi dan dari situlah dapat di ketahui peserta didik yang terisolasi. 2. Pembimbing konseling melibatkan peserta didik terisolasi kedalam konseling kelompok dan membiasakan anak terisolasi untuk berbicara dan menanggapi permasalahan yang sedang di bahas dalam pelaksanaan konseling kelompok supaya peserta didik terisolasi mempunyai rasa percaya diri. 3. Pembimbing konseling mengadakan konseling kelompok di ruang BK, Mushalla dan di taman dan pembimbing konseling melaksanakan konseling kelompok saat jam istirahat dan pulang sekolah.
No other version available