100 mm/jam tergolong laju infilrasi cepat. Berdasarkan analisis granulometri terdapat dua jenis tanah yaitu pasir sedang dan pasir kasar. Menurut hasil scoring terdapat tiga pembagian daerah berdasarkan tingkat kerentanan banjir, lokasi kerentanan banjir ditandai dengan warna merah, lokasi kerentanan sedang ditandai dengan warna kuning dan lokasi tidak rentan banjir ditandai dengan warna hijau." />
Art Original
Karakteristik Hidrogeologi Daerah Rawan Banjir Kecamatan Rumbai Bagian Selatan Menggunakan Metode Infiltrasi
Kecamatan Rumbai merupakan daerah di pesisir sungai siak yang beberapa tahun terakhir sering mengalami banjir. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang kondisi hidrogeologi dan proses penyerapan air kedalam tanah. Penelitian ini dilakukan di daerah Rumbai bagian selatan, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau yang terletak pada koordinat 101°23'42.35"- 101°27'7.00" BT dan 0°34'12.21"- 0°32'29.85" LU. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui laju infiltrasi dan kondisi hidrogeologi serta pengaruh dari dua variabel tersebut terhadap terjadinya banjir di daerah penelitian. Metode yang digunakan yaitu pengambilan data dilapangan mengunakan double ring infiltometer untuk laju infiltrasi dan hand auger untuk analisis kondisi hidrogeologi daerah penelitian. Data lapangan telah diolah lebih lanjut melalui analisis di laboratorium yaitu analisis ayakan. Hasil Analisis laju infiltrasi didapatkan bahwa nilai laju infiltrasi 0-70 mm/jam tergolong laju infiltrasi lambat, 71-100 mm/jam tergolong laju infiltrasi sedang dan >100 mm/jam tergolong laju infilrasi cepat. Berdasarkan analisis granulometri terdapat dua jenis tanah yaitu pasir sedang dan pasir kasar. Menurut hasil scoring terdapat tiga pembagian daerah berdasarkan tingkat kerentanan banjir, lokasi kerentanan banjir ditandai dengan warna merah, lokasi kerentanan sedang ditandai dengan warna kuning dan lokasi tidak rentan banjir ditandai dengan warna hijau.
No other version available