Art Original
Identifikasi Akuifer Di Daerah Rawan Banjir Dengan Metode Geolistrik (vertical Electrical Sounding), Kecamatan Rumbai Bagian Selatan, Pekanbaru, Riau
Permasalahan banjir di Pekanbaru sudah terjadi sejak lama, namun intensitas dan frekuensinya semakin besar, meningkat dari waktu ke waktu dengan bertambahnya jumlah penduduk, perluasan kawasan pemukiman, pembukaan lahan-lahan baru pengembangan kawasan industri, dan lain-lain. Pada awal tahun 2024 yang mencapai ratusan titik banjir hampir menyebar di 12 kecamatan di Kota Pekanbaru dan yang terparah yaitu di kecamatan Rumbai membutuhkan waktu hingga dua minggu hingga banjir akhir nya bisa surut. Sehingga diperlukan data yang akan dapat memberikan informasi gambaran bawah permukaan yang bertujuan mengetahui tingkat kejenuhan airtanah di daerah penelitian. Hal ini akan sangat membantu untuk merancang penanganan yang tepat untuk menangani bencana banjir di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah Geolistrik menggunakan konfigurasi Schlumberger dengan data pendukung berupa log bor pada daerah penelitian, pengambilan data Geolistrik menggunakan alat Resistivity Meter (main modul) dan pengolahan data menggunakan IPPI2WIN, korelasi kedua data tersebut dapat mempresentasikan kondisi bawah permukaan pada daerah penelitian. Berdasarkan hasil nilai resistivitas yang didapatkan pada daerah penelitian didapati material pada setiap lapisan pada bawah permukaan yaitu pasir dan pasir kompak dengan kedalaman airtanah 0,5 sampai dengan 4 meter. Berdasarkan hasil analisis granulometri didapati material pada kedalaman 2 meter pada lapisan top soil yaitu pasir sedang dan pasir kasar. Menurut hasil scoring terdapat tiga pembagian daerah berdasarkan tingkat kerentanan banjir, lokasi kerentanan banjir ditandai dengan warna merah, lokasi kerentanan sedang ditandai dengan warna kuning dan lokasi tidak rentan banjir ditandai dengan warna hijau.
No other version available