Art Original
Kajian Penerapan Building Information Modeling (bim) Pada Industri Konstruksi Dari Perspektif Konsultan Di Pekanbaru
Teknologi industri konstruksi meningkat pesat beberapa tahun ke belakang, salah satunya munculnya Building Information Modeling (BIM). Pemerintah Indonesia mendorong adanya penerapan BIM dalam sektor konstruksi dengan mengeluarkan Permen PUPR No. 22 Tahun 2018. Namun, penerapan BIM di Pekanbaru masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang menghambat penerapan BIM pada konsultan konstruksi di Pekanbaru, serta mengidentifikasi potensi dari penerapan teknologi ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan survei menggunakan instrumen kuesioner. Data yang diperoleh diolah menggunakan software Microsoft Excel dan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 faktor yang dapat menghambat penerapan BIM di Pekanbaru yaitu pelatihan BIM yang mahal, mempelajari teknologi baru, transisi budaya kerja dan kurangnya ketersediaan tenaga ahli BIM. Berdasarkan temuan ini potensi penerapan BIM di Kota Pekanbaru sebesar 86,8%, yang ditunjukkan oleh nilai R-Square. Potensi tersebut berupa proses pemodelan kinerja konstruksi secara real time, mempermudah manajemen proyek, mempermudah menghitung volume, mengurangi adanya rework, perkiraan biaya lebih terperinci dan akurat, dan menghemat SDM. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mempercepat penerapan BIM di industri konstruksi Pekanbaru dan meningkatkan efisiensi serta kualitas proyek konstruksi di masa depan.
No other version available