Art Original
Implementasi Program Pamsimas Dalam Penyediaan Air Bersih Di Desa Sekara Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir
IMPLEMENTASI PROGRAM PAMSIMAS DALAM PENYEDIAAN AIR BERSIH DIDESA SEKARA KECAMATAN KEMUNING KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Abstrak HERITIA WARMAN Persoalan air bersih masih menjadi masalah yang harus segera dipecahkan agar masyarakat mudah untuk mendapatkan pasokan air bersih. Masih banyak masyarakat yang mengeluh akan hal ini terutama di desa sekara, kurangnya air bersih didesa tersebut, jika musim kemarau tiba membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih. Sehingga masyarakat setempat sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan primernya. Untuk itu terwujudlah program Pamsimas. Program Pamsimas ini memiliki fungsi sebagai sumber air bersih yang layak serta dialiri kerumah masyarakat tempatan. Namun dalam pelaksanaanya masih terkendala beberapa masalah, terutama di Desa Sekara. Adapun tujuan untuk mengimpelentasikan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat di Desa Sekara, Kacamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir. serta hambatan-hambatannya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif informan yaitu Kepala Desa, Ketua Pelaksana program PAMSIMAS, pendamping ketua pelaksana dan masyarakat Pemakai program.Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Implementasi program Pamsimas di Desa Sekara tahun 2022 terlihat bahwa pembangunan program Pamsimas secara fisik terlaksana dengan baik tetapi penelitian menunjukkan bahwa berbagai capaian sebelum dan sesudah program tidak mengalami perubahan ke arah yang lebih baik pada penyediaan air bersih dan sanitasi kepada masyarakat. Pamsimas tidak digunakan oleh masyarakat dikarenakan desa berada di sepanjang pinggiran sungai. Anggaran program Pamsimas berjalan dengan lancar tetapi hasil yang diberikan pada tahap keberlanjutan Pamsimas berada dalam kondisi kurang berfungsi. Faktor- faktor penghambat yang mempengaruhi program Pamsimas meliputi faktor eksternal yakni kurangnya kesadaran Masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), kurangnya partisipasi masyarakat dalam program Pamsimas, fasilitas tidak berfungsi. Sedangkan factor internal yakni kurangnya koordinasi dan kurang aktifnya BPSPAMS.
No other version available