ETD - UIR

Electronic Thesis and Dissertation

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
    Member Login Online Registration
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject NPM Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Biosolvent Dari Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas Dan Penambahan Additive Xylene Digunakan Sebagai Wax Inhibitor
Bookmark Share

Art Original

Biosolvent Dari Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas Dan Penambahan Additive Xylene Digunakan Sebagai Wax Inhibitor

Mahmud Hakim - Personal Name; Muhammad Khairul Afdhol - Personal Name;

Wax cendrung mengkristal pada kondisi suhu yang rendah, yang mengakibatkan crude oil sulit untuk bergerak. Sehingga kondisi ini akan mempengaruhi proses transportasi di pipa aliran. Solvent merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk mengatasi wax. Solvent yang digunakan sebagai wax inhibitor adalah bioetanol. Bioetanol berasal dari limbah kulit nanas memiliki kandungan selulosa dan hemiselulosa yang merupakan sumber utama dari produksi bioetanol. Proses limbah kulit nanas menjadi produk bioetanol dilakukan dengan proses pretreatment, hidrolisis, fermentasi dan distilasi. Proses hidrolisis dilakukan dengan menggunakan Asam klorida (HCL) dengan variasi kosentrasi asam dan variasi temperatur. Pengaruh variasi konsentrasi asam yang digunakan didapatkan gula reduksi yang terus meningkat. Sedangkan pada variasi temperatur di dapatkan titik optimum gula reduksi pada suhu 100°C sebesar 24°Brix. Hasil fermentasi didaptkan kadar etanol yang terus meningkat seiring penambahan urea. Kadar etanol tertinggi dihasilkan dengan menggunakan saccharomyces sebanyak 0.015 gr/mL + 5 gr urea yaitu 18% kadar bioetanol yang dihitung dengan menggunakan alat alkoholmeter. Sedangkan dengan pengujian GCMS didapatkan kadar bioetanol sebesar 16.45%. Hasil penggunaan bioetanol dengan kadar 16.45% dapat menurunkan pour point sebesar 3°C pada konsentrasi 75%. Sedangkan penggunaan additive xylene di dapatkan kondisi optimum dalam menurunkan pour point sebesar 11°C pada konsentrasi 75%. Selan itu, pencampuran juga dilakukan terhadap bioetanol dan additive xylene. Pencampuran dengan perbandingan rasio bioetanol : xylene adalah 1:2 didapatkan konsentrasi terbaik dalam menurunkan pour point sebanyak 6°C pada volume rasio 75%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan bioetanol dan pencampuran bioetanol dengan additive xylene berpotensi baik dalam menurunkan pour point.


Availability
#
Teknik Perminyakan (Fakultas Teknik) Perminyakan 553.2 Mah b
247145
Available but not for loan - ETD
Detail Information
Call Number
553.2
Language
Indonesia
NPM
163210102
Publisher
Teknik Perminyakan : Universitas Islam Riau., 2021
Keyword(s)
Biosolvent
Limbah Kulit Nanas
Additive Xylene
Other Information
Petugas
Teguh
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • Please login to see this attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

ETD - UIR
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?