Art Original
Kesantunan Tuturan Direktif Warganet Pada Kolom Komentar Di Akun Instagram @nadiemmakarim
Kesantunan Tuturan Direktif Warganet pada Kolom Komentar di Akun Instagram @nadiemmakarim Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuturan meminta orang melakukan sesuatu yang dikemukan dalam kolom komentar Instagram @nadiemmakarim dan sebuah survei yang mengatakan tuturan bermedia sosial warganet Indonesia terggolong tidak sopan. Masalah dalam penelitian ini yakni bagaimana bentuk tuturan direktif dan prinsip kesantunan warganet pada kolom komentar di akun Instagram @nadiemmakarim. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan, menganalisis dan menginterpretasikan bentuk-bentuk tuturan direktif dan kesantunan warganet yang terdapat pada kolom komentar Instagram @nadiemmkarim. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori bentuk direktif yang dikemukakan oleh Ibrahim dan prinsip kesantunan yang dikemukakan Leech. Metode yang digunakan ialah analisis isi. Data dalam penelitian ini ialah tuturan direktif yang terdapat yang terdapat dalam kolom komentar Instagram @nadiemmakarim tanggal 3 Desember 2021. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi, simak, dan, catat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan memberikan kode, mengklasifikasi, menganalisis, menginterpretasi serta menyimpulkan hasil penelitian. Simpulan dalam penelitian ini yaitu: Pertama, terdapat enam bentuk tuturan direktif sejumlah 91 tuturan. Keenam bentuk tuturan direktif tersebut adalah Requestives (Permintaan), Questions (Pertanyaan) Requirements (Perintah), Prohibitives (Larangan), Permissives (Pemberian Izin), dan Advisories (Nasihat).Dari enam bentuk tuturan, bentuk yang paling dominan adalah bentuk Requestives (Permintaan) sejumlah 63 tuturan. Banyaknya bentuk Requestives (Permintaan) karena warganet berharap sesuatu hal untuk dilakukan @nadiemmakarim. Oleh karena itu, warganet banyak mengeluarkan tuturan direktif Requestives (Permintaan). Kedua, terdapat lima prinsip kesantunan menurut Leech sejumlah 145 tuturan. Kelima prinsip kesantunan tersebut adalah maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim permufakatan, dan maksim kesimpatisan dan penulis tidak menemukan yang tergolong maksim kesederhanaan. Dari lima prinsip kesantunan yang paling dominan ialah maksim permufakatan sejumlah 57 tuturan, sedangkan yang paling sedikit ialah maksim penghargaan sejumlah 5 tuturan. Berdasarkan prisip kesantunan Leech ditemukan 60 tuturan yang tergolong santun dan 85 tuturan tidak santun. K
No other version available