Art Original
Analisis Stabilitas Tanah Lempung Ditambah Pasir, Semen Dan Additif Difa Soil Stabilizer Dengan Pengujian Unconfined Compressive Strength (ucs)
Kota Tanjungpinang terletak di Provinsi Kepulauan Riau, memiliki jenis tanah koral dan kelanauan atau kelempungan, namun dalam pelaksanaannya terdapat satu titik lokasi sepanjang 50 meter dimana subgrade tidak mencapai kepadatan standar minimal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui nilai kepadatan tanah berupa nilai berat isi kering tanah maksimum dan nilai kuat tekan bebas yang diperoleh setelah dilakukan variasi campuran pasir, semen dan DIFA Soil Stabilizer. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen pengujian laboratorium. Stabilisasi tanah dengan melakukan pencampuran tanah asli ditambah pasir, semen dan DIFA Soil Stabilizer. Komposisi yang dilakukan adalah tanah asli ditambah pasir pada komposisi 0%, 10%, 20% dari berat kering tanah, semen 8% dari berat kering tanah ditambah berat pasir, serta DIFA Soil Stabilizer 2% dari berat semen. Metode penguji adalah proctor stantard dan Uji UCS untuk mendapatkan nilai kepadatan tanah dan nilai kuat tekan bebas dari tanah terstabilisasi. Nilai kepadatan tanah berdasarkan uji proctor standard diperoleh nilai berat isi kering tanah asli sebesar 1.410 kg/m3, campuran tanah ditambah pasir 0% dan semen 8% sebesar 1.450 kg/m3, campuran pasir 10% dan semen 8% sebesar 1.470 kg/m3, serta campuran pasir 20% dan semen 8% sebesar 1.490 kg/m3. Diperoleh hasil uji UCS tanah asli sebesar 291,50 kN/m2. Hasil uji tanah campuran dengan penambahan pasir 0%, semen 8% dan DIFA Soil Stabilizer 2% sebesar 991,25 kN/m2. Hasil uji tanah campuran dengan penambahan pasir 10%, semen 8% dan DIFA Soil Stabilizer 2% sebesar 1.241,59 kN/m2. Hasil uji tanah campuran dengan penambahan pasir 20%, semen 8% dan DIFA Soil Stabilizer 2% sebesar 1.743,63 kN/m2.
No other version available