Art Original
Evaluasi Bumdes Dalam Pengelolaan Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam ( Ued-sp )almukammil Desa Puteri Sembilan Kecamatan Rupat Utara Kabupataen Bengkalis
Fenomena penelitian dilapangan diantaranya masih banyaknya ditemukan angka penunggakan yang tinngi di Usaha Ekonomi Simpan pinjam ( UED-SP ) dan beberapa kendala Evaluasi BUMdes dalam pengelolaan Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) di Desa Puteri Sembilan Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis. Permasalahan yang terjadi seperti mekanisme Evaluasi yang sulit dipahamai oleh masyarakat didalam Usaha Ekonomi Simpan pinjam ( UED-SP ), yaitu angka tunggakan yang tinggi dan adanya kemacetan dalam pengembalian perguliran pinjaman, dalam konteks Evaluasi BUMdes yang bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan.tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengidentifikasi Evaluasi BUMdes dalam pengelolaa ( UED-SP ) serta faktor-faktor penghambat dan pendukung Evaluasi didalam Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) di Desa Puteri Sembilan Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis. Faktor penghambat dalam proses Evaluasi BUMDes dalam pengelolaan ( UEDSP dapat ditinjau melalui teori William N Dunn diantarnya: Efektifitas, effesiensi,kecukupan , pemerataan ,Responsivitas,ketepatan. Adapun dalam Penelitian ini penulis memakai metode kualitatif,,metode ini informasi yang dapatkan melalui informan. Adapun yang menjadi informan dalam penelitian diantara Kades,BUMDes,Pendamping Desa, BPD, tokoh masyarakat dan pemanfaat Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP). Dalam melakukan pengumpulan data digunakan metode observasi, wawancara, studi kepustakaan dan teknologi informasi. Setelah data terkumpul kemudian dianalisa dengan menggunakan analisa deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa Evaluasi BUMDes dalam pengelolaan (UED-SP) Desa Puteri Sembilan Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis secara keseluruhan Kurang Berhasil. Ini disebabkan ketidak mampuan pegelolaan Usaha ekonomi simpan pinjam ( UED-SP ) sehingg di ( UED-SP ) ditemukan angka penunggakan yang tinggi serta rendahnya tingkat perguliran pengembalian pemanfaat,dan adapun tujuaan dari pembentukan BUMdes tidak tercapai yaitu untuk mendapatkan PAdes berdasarka potensi desa , hal tersebut disebabkan turunnya harga karet.dan sawet.Berdasarkan hasil dari temuan, disarankan kepada BUMdes dan UED-SP untuk lebih meningkatkan kemampuan dan kualitas Pengelola dalam hal pembinaan, pengawasan dan penegakan disiplin dan sanksi kepada pemanfaat, sehingga dana pinjam dari ( UED-SP ) bisa digulirkan ,dan dapat dirasakan masyarakat desa, ini supaya diberi kesempatan lagi untuk masyarakat mendapatkan pinjaman dari ( UED-SP ).
No other version available