Art Original
Variasi Bahasa Melayu Masyarakat Selatpanjang Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti
Penelitian ini mengkaji tentang variasi bahasa Melayu masyarakat Selatpanjang Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti. Masyarakat Selatpanjang memiliki latar belakang yang berbeda serta status sosial yang berbeda sehingga dapat memicu adanya keberagaman bahasa Melayu dalam berinteraksi, hal ini membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian terkait variasi bahasa Melayu masyarakat Selatpanjang Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan, menganalisis, menginterpretasikan dan menyimpulkan variasi bahasa dan fungsi bahasa masyarakat Selatpanjang Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalahteknik observasi, rekam, simak, dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat 285 data, yaitu (1) variasi bahasa Melayu masyarakat Selatpanjang Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti, peneliti temukan sebanyak 259 data dengan rincian variasi bahasa dari segi penutur berjumlah 218data, diantaranya dialek 203 data, kronolek 2 data, sosiolek 11 data, dan idiolek 2data; variasi bahasa dari segi pemakaian berjumlah 5 data, dan variasi bahasa dari segi keformalan berjumlah 36 data, diantaranya ragam santai 26 data, ragam akrab 6 data, ragam formal 2 data, ragam beku 1 data, dan ragam usaha 1 data . (2) fungsi bahasa variasi bahasa Melayu masyarakat Selatpanjang Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti peneliti temukan sebanyak 26 data dengan rincian fungsi instrumental berjumlah 4 data, fungsi regulatoris berjumlah 3 data, fungsi personal berjumlah 7 data, fungsi interaksional berjumlah 2 data, fungsi representasional berjumlah 7 data, fungsi heuristik berjumlah 2 data, dan fungsi imajinatif berjumlah 1 data. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) variasi bahasa yang banyak ditemukan adalah variasi bahasa dari segi pemakaian, karena pembagian variasi bahasa dari segi penutur yaitu dialek yang lebih banyak ditemukan, hal tersebut karena hampir seluruh dialog percakapan masyarakat Selatpanjang menggunakan bahasa Melayu, sedangkan variasi bahasa yang paling sedikit ditemukan adalah kronolek dan idiolek, karena kronolek ditemukan hanya 2 data yang kosakatanya digunakan pada masa lampau dan jarang digunakan oleh masyarakat Selatpanjang dan idiolek ditemukan hanya 2 data tentang ciri khas pada penutur yaitu dari warna suara dan penggunaan sapaan “Yang” oleh penjual kepada setiap pembelinya.
No other version available