Art Original
Analisis Usahatani Dan Pemasaran Jeruk Siam Di Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Buah-buahan merupakan komoditas hortikultura yang mengandung vitamin, mineral, dan serat. Buah jeruk umumnya digemari oleh masyarakat, karena jeruk merupakan sumber vitamin C yang baik, mengandung 50 mg/100 ml sari buah, serta vitamin A protein. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Karakteristik dan profil usaha petani dan tenaga kerja, 2) Penggunaan teknologi, faktor produksi, biaya produksi, produksi, pendapatan dan efisiensi usahatani, 3) Pemasaran jeruk siam di Kecamatan Kampar Kiri. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Responden pada petani jeruk siam di Kecamatan Kampar Kiri berada pada kategori umur yang produktif dengan rata-rata umur petani 58 tahun. Tingkat pendidikan petani yaitu SMP dan S2. Pengalaman petani yaitu rata-rata selama 28,5 tahun dan tenaga kerja yaitu rata-rata selama 4 tahun. Tanggungan petani rata- rata sebanyak 3,5 orang dan tenaga kerja rata-rata sebanyak 4 orang. Usahatani jeruk yang dikelola oleh petani di Kecamatan Kampar Kiri termasuk kedalam skala usaha kecil, jumlah tenaga kerja sebanyak 11 orang dan modal yang digunakan dari modal pribadi sejumlah Rp. 5.495.000. 2) Biaya produksi jeruk yaitu sebesar Rp. 21. 44.401,14. Biaya variabel sejumlah Rp. 20.569.641,14, biaya tetap sejumlah Rp. 879.200,00 dengan produksi jeruk di Kecamatan Kampar Kiri sebesar 2.775 Kg, dengan harga jual jeruk sebesar Rp. 15.000/Kg. Pendapatan kotor sebesar Rp. 41.625.000 dan pendapatan bersih sebesar Rp. 20.177.598,86 nilai efisiensi usahatani jeruk sebesar 1,94 3) Lembaga pemasaran yang terlibat dalam usahatani pemasaran jeruk yaitu pedagang dan konsumen, terdapat dua saluran pemasaran yaitu saluran I petani menjual jeruk ke pedagang, lalu pedagang menjual kembali kepada konsumen akhir. Saluran pemasaran II petani langsung menjual jeruk kepada konsumen yang datang ketempat petani. total margin pada saluran I sebesar Rp. 3.180. Total margin pada saluran pemasaran II yaitu sebesar Rp. 7.174,79. Total keuntungan buah jeruk pada saluran pemasaran I sebesar Rp. 3.155,49 dan keuntungan yang di peroleh pada saluran pemasaran II sebesar Rp. 6.682,38. Efisiensi saluran pemasaran I yaitu sebesar Rp. 21,20% dan efisiensi saluran pemasaran II sebesar 3,28% dan memperoleh nilai farmer’s share sebesar 78,8% untuk saluran I, dan 52,17% untuk saluran pemasaran II.
No other version available