Art Original
Analisis Pemodelan Perubahan Fase Terhadap Kinerja Simpang Bersinyal Di Kota Pekanbaru ( Studi Kasus : Persimpangan Jalan Durian – Jalan Soekarno Hatta )
Transportasi darat merupakan sarana yang mempermudah manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Persimpangan jalan adalah bagian yang sangat penting dari jalan raya dikarenakan bagaimana suatu lalu lintas tergantung perencanaan persimpangannya. Penentuan fase sinyal umumnya mempunyai dampak yang besar pada tingkat kinerja dan keselamatan lalu lintas sebuah simpang. Tentunya hal ini perlu dilakukan pemodelan lalu lintas kendaraan untuk melihat kondisi pola pergerakan kendaraan saat kondisi jam puncak pada area persimpangan tersebut. Penelitian ini akan menggunakan alat bantu software PTV Vissim. Software PTV Vissim berfungsi untuk melihat pola pergerakan kendaraan lalu lintas dan kinerja simpang pada persimpangan Jalan Durian-Jalan Soekarno Hatta saat kondisi eksisting. Software PTV Vissim akan mempermudah dalam melakukan pemodelan persimpangan karena software PTV Vissim ini bisa menampilkan kondisi dilapangan dalam bentuk 2D dan 3D. Hasil pemodelan persimpangan Jalan Durian – Jalan Soekarno Hatta dengan software PTV Vissim 20 menggunakan volume jam puncak menggunakan parameter default belum valid, sehingga harus dilakukan kalibrasi dan validasi agar pemodelan bersifat valid. Parameter kalibrasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 39 kalibrasi dengan dilakukan 5 kali running setiap parameternya. Dari 39 parameter yang digunakan, pemodelan sudah dinyatakan valid pada parameter kalibrasi 38 yang dilakukan menggunakan uji validasi GEH dan MAPE. Setelah pemodelan bersifat valid, maka hasil pemodelan persimpangan Jl. Durian – Jl. Soekarno Hatta pada saat kondisi eksisting (3 fase) menggunakan data jam puncak pada hari Special day pukul 17.00-18.00 WIB menghasilkan kinerja persimpangan dengan tingkat pelayanan simpang berada pada kategori F dengan nilai tundaan 98 detik, pemodelan 3 fase optimasi waktu siklus termasuk kategori F dengan nilai tundaaan 83.8 detik, pemodelan 4 fase termasuk kategori F dengan nilai tundaan 113.6 detik, pemodelan 4 fase dengan opsi lain termasuk kategori F dengan nilai tundaan 300.6 detik, dan pemodelan 3 fase dengan optimasi pergerakan termasuk kategori E dengan nilai tundaan 70.6 detik.:
No other version available