Art Original
Rancang Bangun Monitoring Suhu Mesin Penetas Telur Berbasis Internet Of Things (iot)
Di zaman yang sudah modern peternakan unggas membutuhkan sebuah teknologi untuk meningkatkan masa panen dengan menggunakan sebuah mesin untuk membantu proses penetasan telur. Sebelum teknologi berkembang, peternakan ayam masih menggunakan cara konvensional, Tingkat keberhasilan penetasan hanya antara 50 dan 60 persen jika penetasan alami digunakan. Embrio telur mungkin tidak berkembang dengan baik akibat kegagalan tersebut, yang mungkin disebabkan oleh kondisi lingkungan yang tidak stabil. Selain itu, Dalam proses penetasan telur unggas harus diperhatikan secara khusus, terutama pada suhu mesin penetas telur unggas. Karena jika telur yang dihasilkan tidak segera dikeluarkan dari tempat penetasan telur, anakan tersebut bisa saja mati karena sudah lama berada di tempat penetasan telur, dan hal ini dapat mengganggu sistem inkubasi telur-telur lainnya. Suhu dan tingkat kelembapan yang optimal yang diperlukan pada penetasan berkisar 37? - 39? dan kelembapan berada pada rentang 55% – 65%. Tujuan dari penelitian ini untuk merancang mesin penetas telur yang dapat di monitoring suhu serta kelembabannya berbasis Internet of Things (IoT). Sistem mampu melakukan pemantauan suhu dan kelembaban dengan menggunakan sensor DHT11. Dan data tersebut akan dikirimkan ke database MySQL. Sensor PIR akan mendeteksi adanya gerakan dan mengirimkan alarm berupa buzzer dan notifikasi telegram. Motor AC digunakan untuk memutar rak telur agar panas telur merata. Hasil pengujian mesin penetas telur selama 21 hari menggunakan 2 telur ayam kampung, 1 menetas dan 1 tidak menetas. Kegagalan dikarenakan pada saat sebelum dimasukkan ke mesin penetas, telur tidak dibersihkan terlebih dahulu, yang menyebabkan telur terkontaminasi kotoran dan bakteri.
No other version available