Art Original
Pengaruh Variasi Jenis Oli Bekas Sebagai Bahan Bakar Peleburan Alumunium Terhadap Karakteristik Pembakaran
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa seberapa besar pengaruh variasi jenis oli bekas mesin dengan kode SAE yang berbeda sebagai bahan bakar kompor (burner) untuk peleburan aluminium (kaleng minuman) terhadap karakteristik pembakaran. Metode yang digunakan berupa eksperimen dimana pada pengujian laboratorium untuk mengetahui viskositas (kekentalan) oli bekas mesin yang digunakan dan melakukan pembakaran untuk mengetahui karakteristik pembakaran oli bekas mesin motor (SAE 15W-40), mobil (SAE 20W-50), excavator (SAE 40), dan hidrolik (SAE 10). Hasil menunjukkan bahwa oli bekas mesin motor SAE 15W-40 dengan viskositas (kekentalan) paling terendah yaitu 168,48 cSt memiliki tingkat efisiensi pembakaran tertinggi dengan temperatur nyala api mencapai 834°C dengan waktu konsumsi bahan bakar tercepat dalam menghabiskan 1 liter sebesar 4392 s, sedangkan untuk oli bekas mesin yang memperoleh temperatur nyala api paling terendah ialah oli bekas mesin hidrolik SAE 10 dengan temperatur nyala api 706?C serta paling lambat dalam menghabiskan 1 liter oli dengan waktu 5040 s disebabkan oleh viskositas yang masih tinggi dengan nilai 220,05 cSt. Dan hasil warna nyala api yang di peroleh dari ke empat variasi jenis oli bekas mesin ini berwarna mearh. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dari ke empat variasi jenis oli bekas mesin ini bahwa oli bekas mesin motor SAE 15W-40 paling efisien untuk digunakan sebagai bahan bakar peleburan aluminium dibandingkan dengan jenis oli bekas lainnya. Disarankan untuk menggunakan oli bekas mesin motor SAE 15W-40 dalam aplikasi peleburan aluminium untuk efisiensi yang lebih baik.
No other version available