Art Original
Strategi Pelayanan Pelabuhan Penyeberanganpenumpang Di Matak Kecamatan Kute Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas Provinsi Kepulauan Riau
Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas diharapkan untuk merencanakan dan menerapkan pelayanan yang optimal sesuai dengan aturan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Angkutan Penyeberangan yang dalam pelaksanaanya belum diterapkan dengan optimal seperti kurangnya rambu informasi serta fasilitas khusus penyandang cacat dan kesehatan serta kurangnya fasilitas tempat duduk yang ada di ruang tunggu sehingga banyak pengguna jasa yang lebih memilih menunggu di sekitar pelabuhan setelah membeli tiket, dan belum optimalnya pengaturan pola arus lalu lintas pada pelabuhan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Strategi Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Penumpang di Matak Kecamatan Kute Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas Provinsi Kepulauan Riau. Tipe penelitian adalah deskriptif kualitatif. Jumlah informan penelitian adalah 10 orang dengan Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup sebagai key informan. Teknik pengumpulan data dengan wawancara serta analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data dalam situs yang dikembangkan oleh Miles Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Strategi Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Penumpang di Matak Kecamatan Kute Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas Provinsi Kepulauan Riau Belum Optimal. Hal ini disebabkan masih adanya faktor penghambat seperti proses penjualan tiket secara manual memerlukan waktu yang cukup lama, terutama saat antrian memanjang. Penggunaan teknologi digital seperti tiket online masih terbatas, sehingga menyebabkan waktu tunggu lebih lama. Penumpang kendaraan (baik roda dua maupun roda empat) harus menunggu dalam antrian yang cukup lama. Sistem antrian ini masih dilakukan secara manual, dan tidak ada informasi yang jelas mengenai estimasi waktu keberangkatan.
No other version available