Art Original
Pengaruh Variasi Diameter Nozzle Dan Lebar Sudu Terhadap Unjuk Kerja Turbin Pelton
Air merupakan sumber energy yang dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik dengan memanfaatkan tenaga potensial. Dengan keadaan geografis daerah-daerah di Indonesia yang banyak memiliki potensi air dengan head yang memadai untuk pembangkit berskala kecil. Di Indonesia terdapat 1315 kawasan yang berpotensi menjadi sumber energi tenaga air, dan daerah-daerah tersebut tersebar di seluruh kepulauan di Indonesia. Air tersebut di manfaatkan untuk menggerakan turbin air, jenis turbin air yang digunakan yaitu turbin pelton. Turbin pelton ialah turbin yang di manfaatkan sebagai pembangkit listrik mikrohidro ( PLTMH ) di daerah perdesaan. Salah satu komponen terpenting pada turbin pelton adalah nozzle, nozzle berfungsi sebagai arah pengatur aliran air untuk menggerakkan putaran sudu turbin. Alat yang digunakan untuk melakukan penelitian ini berupa set up experimental turbin pelton, pompa, nozzle, bucket, rotameter, tachometer, manometer, stopwatch, dan multimeter. Dari hasil penelitian ada pengaruh unjuk kerja turbin pelton pada variasi diameter nozzle dan lebar sudu. Dalam penelitian ini saya menggunakan metode experimental dengan variasi diameter nozzle 7 mm, 9 mm, dan 12 mm dengan lebar sudu 22 mm, 26 mm, dan 32 mm dengan pengujian unjuk kerja menggunakan turbin pelton. Dari hasil penelitian yang dilakukan unjuk kerja turbin pelton paling baik di dapatkan dengan variasi diameter nozzle 7 mm dan lebar sudu 22 mm dengan nilai torsi ( T ) 3,52 Nm, nilai kecepatan angular turbin ( ? ) 75,77 rad/s, nilai daya turbin ( Pt ) 266 watt, daya hidrolis ( Ph ) 330 watt, dan efisiensi turbin ( ? ) 80 %.
No other version available