Art Original
Analisis Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam Mengatasi Permukiman Kumuh Di Kelurahan Sago, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru
Penelitian ini dilatar belakangi oleh karakteristik permukiman yang ada di Kelurahan Sago, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru yang berfokus pada perdagangan dan jasa. Berdasarkan dokumen Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan (RP2KPKP) Kota Pekanbaru Periode 2016-2019, Kelurahan Sago teridentifikasi sebagai kawasan kumuh berat. Akibat dari meningkatnya pertumbuhan penduduk dan fisik kota ditiap perkotaan termasuk Kelurahan Sago. Wilayah ini dijadikan sebagai salah satu sasaran sarana objek pengembangan kegiatan pembangunan kota. Perencanaan pembangunan wilayah disusun oleh pemerintah secara partisipatif yaitu dengan melibatkan beberapa pihak terkait didalam penyusunan rencana pembangunan daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dalam mengatasi permukiman kumuh di Kelurahan Sago. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode Skala Likert untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat serta metode analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode Skala Guttman dengan melihat tingkatan tahapan berdasarkan Teori Arnstein untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam mengatasi permukiman kumuh di Kelurahan Sago. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi lapangan, penyebaran kuesioner, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat di Kelurahan Sago adalah faktor jenis kelamin, usia, dan tingkat pendidikan yang dimana faktor jenis kelamin menjadi faktor tertinggi dengan skor 1260 atau seluruh responden sebanyak 84 responden mengatakan bahwa jenis kelamin mempengaruhi tingkatan partisipasi masyarakat di Kelurahan Sago. Berdasarkan hasil analisis tingkat partisipasi masyarakat maka diketahui bahwa tingkatan partisipasi masyarakat di Kelurahan Sago berdasarkan teori arnstein berada pada tahapan Pemberian Informasi (Informing) yaitu sebesar 78% yang dimana pemberian informasi ini hanya diberikan secar satu arah saja yaitu dari pihak pemerintah kepada masyarakat setempat tanpa adanya harapan untuk mendapatkan timbal balik.
No other version available