Art Original
Analisis Pengaruh Amplitudo Getaran Akibat Pemancangan Terhadap Pipa Gas Tertanam
Pondasi tiang pancang dipancang menggunakan Drop Hammer, Diesel Hammer, Hydraulic Hammer, dan Vibratory Hammer. Getaran yang dihasilkan oleh proses pemancangan membutuhkan medium untuk perambatannya. Tanah adalah medium perambatan di mana getaran mengalir. Getaran yang dirambatkan dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Getaran yang dihasilkan dapat mengganggu warga sekitar dalam bentuk polusi suara dan getaran yang lebih parah dapat merusak struktur bangunan dan instalasi di sekitarnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis getaran akibat pemancangan terhadap pipa gas tertanam dan untuk mengetahui apakah getaran akibat pemancangan dapat berpengaruh terhadap pipa gas tertanam dengan mengacu pada Kriteria Getaran Desain Perpipaan API 618 Tahun 2007. Perhitungan pada penelitian ini menggunakan metode Rusdiansyah (2009) dan Lamb (1904). Berdasarkan hasil dari penelitian diperoleh nilai amplitudo getaran menggunakan metode Rusdiansyah (2009) sebesar 6,9395 mm, sedangkan metode Lamb (1904) sebesar 0,2886 mm. Hal ini menandakan bahwa nilai amplitudo getaran masih melewati ambang batas yang disyaratkan oleh PT. TGI dan standar API 618 tahun 2007. Sedangkan perhitungan menggunakan analisa pembuatan parit berisi air dengan bantuan software Plaxis 2D nilai amplitudo yang didapat sebesar 0,01213 mm. Dengan ini amplitudo getaran dinyatakan aman karena berada di bawah ambang batas yang disyaratkan oleh PT. TGI dan Standar API 618 tahun 2007.
No other version available