Art Original
Studi Laboratorium Perbandingan Keefektifan Demulsifier Alami Berbahan Dasar Minyak Kelapa Sawit Dan Minyak Jagung Dengan Demulsifier Komersil Untuk Mengatasi Emulsi W/o
Semakin tua sumur minyak menunjukkan semakin besar kandungan airnya, di mana akan menyebabkan terbentuknya emulsi air di dalam minyak (water in oil emulsion). Pembentukan emulsi dalam minyak mentah sangat tidak diharapkan karena tetesan air (water droplet) dan garam-garam yang terperangkap pada minyak mentah dapat menyebabkan korosi pada pipa dan peralatan kilang minyak bumi. Penelitian ini dilakukan dengan cara memisahkan air yang terkandung dalam minyak (w/o) menggunakan bahan dasar minyak kelapa sawit, minyak jagung dan demulsifier komersil dengan metode bottle test. Konsentrasi demulsifier yaitu 1ml, 3ml dan 5ml, sedangkan untuk temperatur pengujian adalah 50°C, 60°C dan 70°C dengan durasi pemisahan 30 menit, 60 menit, dan 90 menit. Dari hasil pengujian beberapa kondisi temperatur, konsentrasi dan waktu yang berbeda didapatkan hasil pengujian terbaik oleh demulsifier dalam pemisahan air yaitu pada suhu 70°C dan konsentrasi 5 ml Pada sampel demulsifier komersil (DK 5) memisahkan air sebanyak 25 ml, pada demulsifier minyak kelapa sawit (DKS 5) memisahkan air sebanyak 32 ml dan pada demulsifier minyak jagung (DJ) memisahkan air sebanyak 31 ml. Untuk pengujian pH seluruh sampel memiliki pH yang tinggi yaitu diatas 9 sedangkan TDS seluruh sampel mendapatkan hasil dibawah 1000 mg/l sehingga sesuai untuk standar baku mutu. Pada pengujian FTIR demulsifier minyak jagung dan minyak kelapa sawit keduanya mengandung gugus yang dibutuhkan untuk mampu memisahkan emulsi air dalam minyak fungsi -OH, C=O, C-O, CH.
No other version available