Art Original
Strategi Pengembangan Usahatani Ubi Kayu Di Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau
Strategi Pengembangan Usahatani Ubi Kayu di Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Penelitian ini dibimbing oleh Dr. Ir. Marliati, M.Si dan Dr. H. Zulhelmy, SE., M.Si, Ak Usahatani ubi kayu merupakan usaha pengembangan dan penjualan produk hasil ubi kayu. Usahatani tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan produk ubi kayu yang terus meningkat. Besarnya permintaan terhadap ubi kayu belum dapat dipenuhi oleh petani dalam memenuhi kebutuhan pasar, sehingga untuk mengatasi kondisi tersebut maka pengembangan usaha ubi kayu perlu dilakukan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis: 1) Karakteristik petani ubi kayu, dan profil usahatani ubi kayu di Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis, 2) Analisis usahatani ubi kayu 3) Strategi pengembangan usahatani ubi kayu. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah survey. Penelitian dilakukan di Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Umur petani produktif antara 20-75 tahun, tingkat pendidikan petani yaitu SMP dengan pengalaman usahatani yaitu 8 tahun, dengan bentuk usaha adalah usaha milik sendiri. 2) Ketersediaan sarana produksi 3) Usahatani yang dilakukan belum memenuhi SOP, penggunaan faktor produksi pada bibit pengusaha menggunakan 6.875 batang, tenaga kerja 17,74 HOK/MT dan peralatan yang digunakan yaitu cangkul, linggis, angkong, parang dan peralatan lainnya. Total biaya usahatani yaitu Rp. 11.294.073/MT dengan penerimaan yaitu Rp.22.076.250/MT RCR yang diperoleh yaitu 1,95. RCR >1 yang berarti menguntungkan. BEP harga dicapai saat harga Rp 5.193 dan BEP unit dicapai pada produksi 767,36 unit 4) Kelembagaan penunjang pada usahatani adalah penyuluh pertanian yang sudah berperan dan berfungsi dengan baik untuk meningkatkan penerimaan petani. 5) Strategi pengembangan ubi kayu diperoleh strategi SO yaitu memanfaatkan dukungan pemerintah dengan lahan yang masih tersedia untuk meningkatkan pengembangan ubi kayu, meningkatkan kontuinitas produk ubi kayu, memanfaatkan teknologi dan memaksimalkan promosi.
No other version available