Art Original
Strategi Pendidik Dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di Mts Miftahul Hidayah Pekanbaru
ABSTRAK STRATEGI PENDIDIK DALAM MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR PESERTA DIDIK MATA PELAJARAN SEJARAHKEBUDAYAAN ISLAM DI MTs MIFTAHUL HIDAYAH PEKANBARU Oleh : FIERMAN ACH FLIRDAUS NPM : 162410163 Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya konsentrasi belajar peserta didik di MTs Miftahul Hidayah Pekanbaru. Konsentrasi belajar sangat penting dalam proses belajar mengajar karna dapat menentukankeberhasilan dan tujuan pembelajaran sehingga konsentrasi belajar mutlak perlu dimiliki oleh setiap peserta didik. permasalahan dalam penelitian ini adalah masih banyak peserta didik yang kurang atau tidak berkonsentrasi dalam proses pembelajaran. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja strategi pendidik dalam meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTs Miftahul Hidayah Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Subjek penelitian adalah pendidik bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam di MTs Miftahul Hidayah Pekanbaru. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi yang dilakukan oleh pendidik dalam meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTs Miftahul Hidayah Pekanbaru adalah dengan kesiapan belajar pendidik, melakukan pemanasan sebelum memulai pembelajaran, mengupayakan kondisi atau lingkungan kelas tetap kondusif, belajar dan bermain agar tidak monoton dalam pembelajaran, dalam pembelajaran diselipkan humor-humor atau intermezo untuk mengembalikan fokus peserta didik, melakukan rotasi baik pada bangku peserta didik maupun pada materi yang memerlukan kerja kelompok dan diskusi.Adapun untuk faktor pendukung dalam meningkatkan konsentrasi belajar diantaranya: Media yang sesuai dengan pembahasan, kelas yang kondusif, metode yang menarik dalam penyampaian, guru tegas dan menyenangkan dalam mengajar, pemberian ice breaking. Sedangkan untuk faktor penghambat diantaranya: Sarana dan prasarana yang memadai, kekurangan waktu, keadaan rohaniah (psikologis) siswa yang terganggu.
No other version available